Cerita Devy Syahbana Bikin Aplikasi Soal Informasi Kebencanaan

Bandung - TemanBaik sudah tahu kan jika Indonesia memang negara yang rawan terjadi bencana alam. Mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, hingga longsor dan gerakan tanah.

Karena besarnya potensi bencana alam, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy K. Syahbana merasa tertantang. Ia ingin membuat masyarakat memiliki pengetahuan dan informasi yang cukup seputar kebencanaan geologi.

Pada 2014, ia mulai merancang sebuah aplikasi. Saat itu, ia ingin menyajikan berbagai informasi kebencanaan dalam bentuk website. Sehingga, publik punya akses terbuka untuk mendapatkan informasi kebencanaan geologi.

Sebab, sebelumnya, informasi kebencanaan geologi cukup rumit. Saat ada informasi kebencanaan, informasi disampaikan Badan Geologi melalui PVMBG melalui surat ke pemerintah daerah, termasuk BPBD. Setelah itu, informasi akan disampaikan ke masyarakat dan pihak terkait lainnya.

Ia ingin memangkas jalur informasi yang bisa dikatakan ribet dan memakan waktu tersebut. Hingga akhirnya, aplikasi yang dinamai Magma itu bisa beroperasi sejak pertengahan 2015. Aplikasi yang bisa dilihat di website dan diunduh di Play Store itu dibuat Devy bersama tim di PVMBG.

"Dengan aplikasi Magma, kita bisa memotong birokrasi yang terlalu panjang untuk menyampaikan informasi ke masyarakat," kata Devy kepada BeritaBaik.id.

Salah satu informasi yang bisa didapat di aplikasi Magma adalah gempa bumi. Di sana bisa dilihat bahwa gempa bumi terjadi setiap hari dan terus diperbaharui tiap saat. Informasi lainnya adalah soal aktivitas vulkanik gunung api. 

Selain informasi terjadinya bencana geologi, di aplikasi Magma juga disampaikan berbagai rekomendasi teknis dari PVMBG. Misalnya saat ada gunung berstatus di atas normal, rekomendasi jarak steril dari warga tercantum di sana.

Dengan beragam informasi itu, ada tujuan besar yang ingin dicapai Devy bersama PVMBG. Ia berharap masyarakat paham apa yang harus dilakukan hidup berdampingan dengan potensi bencana. Saat bencana terjadi pun, mereka diharapkan tahu harus melakukan apa.

"Kita ingin masyarakat Indonesia melihat fenomena geologi itu itu adalah bagian dari proses alam yang terjadi di Indonesia. Tugas kita bukan menghentikan bencana, tapi beradaptasi, membiasakan hidup berdampingan dengan potensi bencana itu," jelas Devy.

Dengan mengakses Magma, informasi kebencanaan geologi pun dipastikan valid. Sebab, tim dari PVMBG sudah melakukan verifikasi dan pendataan secara akurat sebelum informasi diunggah ke aplikasi Magma. Itu berbeda jika kamu mencari informasi kebencanaan melalui mesin pencari seperti Google. Bisa saja informasi yang ada justru hoaks.

"Kalau dengan Magma, masyarakat tidak perlu ragu lagi karena ini instansi pemerintah yang diberi mandat untuk menyampaikan informasi kebencanaan geologi. Masyarakat bisa yakin bahwa informasi yang didapat dari Magma ini adalah informasi dari official, resmi, dan akurat," jelas Devy.

Aplikasi Magma sendiri sudah mulai banyak diminati publik. Sejak 2016 hingga kini, tercatat Magma sudah diakses lebih dari 3,9 juta kali. Hal itu memberi kepuasan tersendiri bagi Devy. Sebab, aplikasi yang dibuat bersama timnya bisa bermanfaat untuk masyarakat.

"Pekerjaan kita yang paling membuat kita puas itu kalau pekerjaan ini bermanfaat buat orang lain. Jadi, kita senang kalau aplikasi ini dimanfaatkan masyarakat. Kalau ada yang koreksi atau merespon, kita senang, artinya masyarakat itu semakin lama semakin tahu informasinya (kebencanaan geologi) itu seperti apa," tutur Devy.



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler