Lulusan Sekolah Kesehatan Dituntut Punya Skill Mumpuni

Bandung - TemanBaik punya talenta di bidang kesehatan? Di era industri 4.0, skill menjadi tenaga medis juga harus mumpuni loh. Enggak cuma lihai merawat dan mengobati pasien, kamu juga punya peluang untuk menjadi profesional dan startup di ranah kesehatan.

Nah, untuk menjawab tantangan zaman, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bhakti Kencana juga bikin inovasi baru dengan bertransformasi menjadi Bhakti Kencana University. Saat ini, ada 10 Stikes yang digabung menjadi satu. Mahasiswanya mencapai 8.000 orang loh!

Rektor Bhakti Kencana University Entris Sutrisno mengatakan, BKU punya visi pengembangan program studi yang menunjang bidang kesehatan di era modern. Selain membekali mahasiswanya dengan ilmu kesehatan, pihaknyabjuga berkolaborasi dengan kalangan industri baik swasta maupin BUMN.

"Saat ini kita mengembangkan pola pendidikan colaborative inter professional education. Jadi kebutuhan saat ini memang menciptakan profesional di bidang kesehatan. Demi menjawab tantangan, kita juga memperluas program studi sepertib\ Program Studi Psikologi dan Ilmu Komunikasi yang diselenggarakan di Fakultas Sosial," ujar Entris kepada BeritaBaik.

Ia melanjutkan, ke depan BKU juga siap mengganti metode skripsi dengan mata kuliah baru yang lebih inovatif loh. Jadi kalau tugas akhir dan hasil magangnya bisa menciptakan metode anyar yang memukau, pilihan ini bisa menjadi penggantian mata kuliah skripsi.

"Punya peluang baik ke depan, para lulusan di bidang kesehatan juga harus bisa berdaya saing di tengah era digital. Kita juga harus adaptif dan terus menjawab perubahan agar tak terlindas zaman," katanya.

Sebelumnya nih TemanBaik, ada10 perguruan tinggi yang melebur menjadi BKU. Diantaranya Sekolah Tinggi Farmasi Bandung (STFB), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bhakti Kencana, Akademi Keperawatan (Akper) Bhakti Kencana, Akademi Kebidanan (Akbid) Bidara Mukti, STIKes Mitra Kencana, Akbid Bhakti Kencana Mataram, Akper Royhan, STIKes Uniska, Akbid Bhakti Purna Husada, dan Akbid Bhakti Nugraha.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler