4 Alasan Jangan Takut Berlebihan dengan Erupsi Tangkuban Parahu

Erupsinya gunung biasanya membuat masyarakat dilanda ketakutan, khususnya mereka yang tinggal di sekitar gunung tersebut. Hal itu juga mungkin dialami warga yang tinggal tidak jauh dari Gunung Tangkuban Parahu. Sebab, gunung yang identik dengan cerita legenda Sangkuriang itu erupsi pada Jumat (26/7/2019) sore.

Tapi, masyarakat sebenarnya tidak perlu takut atau panik berlebihan. Meski begitu, kewaspadaan tetap harus dimiliki ya. Apa alasannya?

1. Masih berstatus Normal
Meski kemarin erupsi, PVMBG tidak menaikkan status vulkanik Gunung Tangkuban Parahu. Hingga kini, statusnya masih Level I alias Normal. Hingga hari ini, aktivitas vulkanik di sana pun terus mengalami penurunan. Sehingga, tidak ada alasan untuk menaikkan status menjadi Waspada, Siaga, maupun Awas.

"Statusnya masih normal, tapi tetap warning ya," kata Kepala Tata Usaha PVMBG Gede Suantika di Kantor PVMBG, Kota Bandung, Sabtu (27/7/2019).

2. Radius steril diperpendek
Kemarin sore, PVMBG merekomendasikan agar jarak 500 meter dari pusat kawah disterilkan dari keberadaan dan aktivitas manusia. Tapi, malam hari rekomendasi dinaikkan menjadi sejauh 2 kilometer. Dini hari tadi, rekomendasi kembali diturunkan menjadi 500 meter.

Naiknya radius steril menjadi 2 kilometer adalah untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sebab, aktivitas vulkanik masih tinggi. Tapi, setelah aktivitas vulkanik menurun, radius steril kembali ke angka semula, yaitu 500 meter.

"Rekomendasi itu menyesuaikan dengan data pemantauan. Karena kan dasarnya rekomendasi itu dari data teknis pemantauan kita," ucap Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Nia Haerani.

3. Penerbangan tidak terganggu
Dalam beberapa kejadian erupsi, penerbangan ada yang harus ditunda atau dialihkan. Sebab, material erupsi dikhawatirkan mengganggu penerbangan. Tapi, karena erupsi hanya 200 meter, itu tidak mengganggu penerbangan. Sehingga, penerbangan dari dan menuju Bandung tetap beroperasi normal. Itu menandakan tidak ada potensi bahaya untuk sektor penerbangan.

4. Tidak memicu pergerakan Sesar Lembang
Sesar Lembang sendiri merupakan patahan aktif. Jika bergerak, itu bisa memicu gempa dahsyat di kawasan Bandung Raya. Tapi, tenang, erupsi Gunung Tangkuban Parahu tidak memicu pergerakan Sesar Lembang.

"Karena ini kan terlalu dangkal ya tekanan di bawah kawah (yang menimbulkan erupsi). Jadi tidak ada kaitannya dengan (akan memicu pergerakan) Sesar Aktif Lembang," jelas Gede Suantika.

Sementara itu, hari ini Kawasan Wisata Gunung Tangkuban Parahu juga sudah ditutup untuk umum. Itu merupakan hasil kesepakatan berbagai pihak.

Sebab, meski masih berstatus Normal, antisipasi perlu dilakukan. Dengan menutup sementara kawasan wisata tersebut, diharapkan tidak ada korban jiwa jika sewaktu-waktu terjadi hal tak diinginkan.

PVMBG sendiri terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu. Koordinasi dengan pihak juga terus dilakukan. Bahkan, Kantor SAR Bandung sudah mengirimkan tim ke Gunung Tangkuban Parahu dan siaga di sana sejak kemarin.

"Kantor SAR Bandung berfokus pada pencarian dan pertolongan. Oleh karena itu, siaga tim di lokasi sangat diperlukan untuk menunjang kesiapsiagaan tim jika terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler