Di Usia 130 Tahun, Sinyal Krian Milik KAI Ini Masih Berdiri Kokoh

Bandung - Menyusuri jejak sejarah perkeretapian di Kabupaten Garut, banyak cerita seru yang bisa dikupas loh. Menghubungkan jalur dari Cicalengka - Nagreg - Cibatu hingga Garut Kota, konon Belanda butuh waktu 5 tahun untuk meresmikannya.

Setelah berlalu 130 tahun lalu, ternyata bantalan rel buatan kolonial ini masih kokoh meski tertimbun tanah dan bangunan. Besinya masih tersambung baik sepanjang 19,5 meter hingga Stasiun Garut. Bahkan beberapa jembatan juga masih terlihat seperti aslinya.

Namun ada yang paling menarik perhatian, yakni sinyal krian atau sinyal tebeng yang sampai saat ini masih berdiri tegak di daerah Ciwalen Garut. Termakan usia, sinyal krian tampak usang dan berkarat. Namun menilik fungsinya, alat ini masih bisa loh digunakan.

"Sinyal krian di Garut hanya satu-satunya yang tersisa di jalur kereta di Jawa Barat. Setelah reaktivasi selesai, sarana ini akan dijadikan monumen perkeretaapian lama di Garut. Sabtu nanti saya dan teman-teman dari IRPS," akan mengecatnya lagi sesuai warna asli," ujar Korwil Indonesia Railways Preservation Society Deden Suprayitno di sela peringatan 130 Tahun Reaktivitasi Jalur Kereta Api Garut, Kamis (1/7/2019) di Garut.

Baca Ini Juga Yuk: Naik KA Siliwangi Hingga Ciranjang, Bayarnya Cuma Rp 3.000 Saja!

Ia mengisahkan, dulu sistem persinyalan ini difungsikan sebagai rambu untuk memberitahukan kereta berhenti atau maju sesuai perintah. Bahkan alatnya ditarik secara manual dari Stasiun Garut.

"Sinyal krian di Indonesia cuma tersisa dua unit saja. Selain di Garut, sarana ini masih berdiri kokoh di sebuah jalur mati di daerah Bondowoso, Jawa Timur,"katanya.

Usut punya usut, setiap jalur rel, terowongan, stasiun kereta lama hingga sarana sinyal selalu menyimpan cerita mistis loh. Menurut Deden ya wajar sih, semua cerita horor itu muncul karena semua fasilitas sudah sangat lama tak difungsikan.

"Karena dianggap ada penunggunya, biasanya setiap kali saya mampir atau mau membersihkan beberapa fasilitas lama, sebisa mungkin untuk enggak langsung eksekusi. Saya coba komunikasi dulu, seolah izin dulu lah," pungkasnya.


Foto: Dini Yustiani

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler