Begini Penjelasan Ahli Vulkanologi Soal Patahan Lembang

TemanBaik tahu enggak jika Patahan atau Sesar Lembang masih menjadi hal menakutkan bagi warga di kawasan Bandung Raya? Dalam benak banyak orang, sudah terbayang dampak hebat yang ditimbulkan jika Patahan Lembang bergerak atau bergeser. Gempa berkekuatan dahsyat bakal terjadi!

Itu karena sumber gempa berada di darat. Sehingga, kekuatan gempa bakal lebih banyak menimbulkan kerusakan di kawasan Bandung Raya yang meliputi Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, bahkan Kabupaten Sumedang.

Warga pun banyak yang paranoid alias mengalami ketakutan berlebih dengan keberadaan Patahan Lembang tersebut. Apalagi, belakangan ini gempa terjadi di beberapa daerah. Gunung Tangkuban Parahu juga mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan statusnya menjadi Level II atau Waspada.

Status Waspada itu membuat sebagian warga benar-benar dilanda ketakutan. Apalagi, status Waspada belum kunjung dicabut sejak Sabtu (3/8/2019) karena aktivitas vulkaniknya masih tergolong tinggi. Mereka khawatir peningkatan aktivitas vulkanik tersebut dapat memicu bergeraknya Patahan Lembang.

Bergeraknya Patahan Lembang adalah hal misteri. Tidak bisa dipastikan kapan patahan sepanjang 29 kilometer itu akan bergerak dan menimbulkan gempa berkekuatan dahsyat hingga lebih dari 6,5 Skala Richter (SR), bahkan ada yang menyebut kekuatannya bisa mencapai 8 SR. Tapi, seperti apa sih faktanya kaitan aktivitas vulkanik Tangkuban Parahu dengan Patahan Lembang?


Vulkanolog dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman mengatakan tidak ada dalam sejarah letusan atau erupsi gunung api membangkitkan gempa tektonik dari patahan atau sesar.

"Gunung api itu menimbulkan gempa vulkanik, tapi tidak pernah ada sejarahnya gempa vulkanik mengaktifkan sesar atau lempeng tektonik," kata Mirzam di laman resmi ITB.

Hal itu membuat warga sebenarnya tidak perlu panik saat tahu Tangkuban Parahu naik status akibat meningkatnya aktivitas vulkanik. Sebab, tak ada hubungannya 'geliat' Tangkuban Parahu dengan Patahan Lembang.

Sebaliknya, jika Patahan Lembang bergerak dan melahirkan gempa tektonik, itu memungkinkan meletusnya Tangkuban Parahu. Tapi, hal itu juga akan tergantung dari periode atau siklus letusannya. Enggak berarti gempa akan langsung memicu Tangkuban Parahu meletus!

Masih belum yakin? Ada penjelasan tambahan nih dari Gede Suantika, ahli gunung api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Ia juga menegaskan erupsi Tangkuban Parahu enggak memicu pergerakan Patahan Lembang. Apalagi, tekanan yang mengakibatkan erupsi bersumber dari bawah kawah. Ia pun menegaskan erupsi itu bukan akibat pergerakan Patahan Lembang.

"Erupsi Tangkuban Parahu tidak ada kaitannya dengan Sesar Lembang," jelas Gede.

Tapi, meski begitu, bukan berarti kamu bisa tenang-tenang saja. Kewaspadaan tetap wajib kamu miliki. Sehingga, jika sewaktu-waktu terjadi gempa, termasuk bergeraknya Patahan Lembang, kamu bisa meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Paling wajib kamu ketahui adalah tahu tempat evakuasi atau berlindung yang aman saat terjadi gempa!


Foto wilayah Lembang/ Djuli Pamungkas


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler