Lembaga Ini Salurkan Superqurban ke 21 Provinsi di Indonesia

Bandung - Melanjutkan inovasi berkurban dengan konsep modern, pada Iduladha tahun 2019 ini, lembaga penghimpin zakat, Rumah Zakat siap mengemas kembali Superqurban.

Perlu TemanBaik ketahui nih, Superqurban hadir sebagai salah satu solusi untuk ketahanan pangan dan kesiapsiagaan bencana yang diolah dan dikemas dalam bentuk kornet dan rendang. Inovatif kan?

"Sepanjang pertengahan tahun 2019, Rumah Zakat telah mendistribusikan 14.398 Superqurban di 59 titik bencana di Indonesia. Titik lokasi pendistribusian Superqurban berada di 21 provinsi, di antaranya pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Riau, dan Papua," Ujar Nur Efendi, CEO Rumah Zakat, Minggu (11/08/2019) di Bandung.

Khusus buat di dalam negeri, Rumah Zakat juga fokus menyalurkan daging kurban kemasan ini ke daerah yang terdampak bencana seperti gempa, banjir, longsor, dan kebakaran. 

Selain mendistribusikan Superqurban di wilayah bencana, pihaknya juga menyalurkan 140.000 air bersih, 1.018 sembako, mendirikan 4.150 Pos Segar, makanan siap saji, dan perlengkapan sekolah. 

"Sampai saat ini total penerima manfaat selama Juli 2019 mencapai 15.372 orang. Selama tiga tahun terakhir, alhamdulillah pertumbuhan masyarakat yang berkurban di Rumah Zakat mencapai 20 persen. Kami memproduksi 500 ribu hingga 1 juta kaleng Superqurban yang bisa bertahan selama tiga tahun,” tambahnya.

Ia menjelaskan dengan inovasi Superqurban, daging kurban bisa disimpan lebih lama loh dan tidak menumpuk di satu tempat. Nur Efendi juga melanjutkan, kalau olahan daging kemasan ini bisa didistribusikan secara merata, bahkan bisa menjadi solusi pemenuhan pangan warga disaat bencana. 

"Pada prinsipnya Superqurban masih mengacu pada aturan keislaman. Hal tersebut sesuai dengan hadist yang disampaikah Aisyah untuk mengasinkan atau mengawetkan daging udhiyyah (qurban) di zamannya," pungkasnya.

Foto: Dok. Rumah Zakat
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler