Ada Rumah Singgah Humanis di Bandung untuk Keluarga Pasien RSHS

Bandung -
Warga dari luar Bandung yang akan berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) atau rumah sakit lain di Bandung kini bisa lebih tenang. Sebab, kini ada Rumah Singgah Humanis (Rangganis) yang berlokasi di Jalan Wastukencana, Kota Bandung.

Rangganis diresmikan hari ini oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Ketua Jabar Bergerak Atalia Praratya. Tempat ini adalah bangunan kosong yang sebelumnya kosong tapi kemudian direnovasi sekitar empat bulan. Apa sih manfaat dari Rangganis ini?

Rangganis akan jadi tempat tinggal bagi mereka yang akan berobat di Bandung, terutama pasien RSHS. Mereka yang tidak punya uang untuk menginap di hotel atau penginapan, bisa menginap di Rangganis secara gratis.

Pasien di RSHS sendiri sangat banyak. Bahkan, banyak yang datang dari pelosok daerah di Jawa Barat dan berasal dari kalangan ekonomi kurang mampu. Masalahnya, untuk berobat, mereka harus menempuh perjalanan jauh sehari sebelumnya agar bisa berobat sesuai jadwal. Perjalanan bahkan bisa mencapai 4-8 jam dari kampung asal ke Bandung.

Saat menunggu berobat itulah biasanya pasien justru menginap di mana saja jika tidak punya uang, bisa di lorong rumah sakit hingga menggelandang. Kondisi itu jelas tak nyaman, apalagi bagi mereka yang sakit.

"Maka kami hadirkan sebuah solusi, datang ke tempat ini gratis. Nanti menginap di sini sesuai dengan keperluannya. Nanti hari esoknya datang ke RSHS untuk berobat. Kemudian baru kembali ke daerahnya (setelah berobat), kira-kira begitu," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil.


Di Rangganis sendiri terdapat 28 tempat tidur. Satu ruangan terdiri dari beberapa kasur yang ditata dengan nyaman dan rapi. Bukan hanya untuk pasien, keluarga pasien juga bisa menginap di sini. Syaratnya juga sangat mudah, cukup memperlihatkan surat rujukan berobat di RSHS atau rumah sakit lain di Bandung.

Di sini juga hadir layanan psikososial. Sehingga, pasien bisa memiliki teman untuk curhat hingga seseorang yang bisa menumbuhkan semangat mereka untuk sembuh.

Menariknya, rumah singgah ini tidak mengandalkan dana dari Pemprov Jawa Barat. Banyak pihak yang sengaja urunan untuk menghadirkan Rangganis. Berbagai perusahaan dan pengusaha bahu-membahu mengulurkan bantuan dana, tenaga, hingga pikiran agar Rangganis hadir. Itu jadi bukti bahwa warga Jawa Barat bisa sama-sama dalam kebaikan.

"Seperti yang sering saya sampaikan, bahwa untuk mencapai tujuan pembangunan tidak harus 100 persen pemerintah lagi, pemerintah lagi. Siapa saja bisa (berkontribusi), Rangganis ini menandakan kita semua berkolaborasi," tutur Emil.

Sementara selain menampung pasien, Rangganis juga menyediakan layanan lain. Ada mobil untuk transportasi pasien. Sehingga, mereka akan diantar dari Rangganis untuk pergi dan pulang dari rumah sakit.

Ke depan, rumah singgah seperti Rangganis sangat memungkinkan hadir di berbagai daerah di Jawa Barat. Tapi, hal itu masih dipertimbangkan. Sebab, rumah sakit di daerah justru merujuk pasiennya ke RSHS yang merupakan rumah sakit rujukan di Jawa Barat yang dimiliki Kementerian Kesehatan RI.

"Kalau di daerah ternyata situasinya sama (membutuhkan rumah singgah), maka kita upayakan juga," ucap Emil.




3 Attachments

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler