Menpar Apresiasi Kearifan Lokal di Sanur Village Festival 2019

Kota Denpasar - Menteri Pariwisata Arief Yahya secara resmi membuka Sanur Village Festival (SVF) 2019, Rabu (21/08/2019) dengan pemukulan instrumen jegog yang dari bambu. SVF tahun ini sendiri mengusung tema 'Dharmaning Gesing' dengan memanfaatkan tanaman bambu sebagai sarana berkreasi dan berinovasi.

Arief Yahya dalam sambutannya menyampaikan pujian pada konsistensi pelaksanaan SVF yang kini memasuki tahun ke-14. Tahun ini SVF digelar dengan mengangkat kearifan lokal selama 5 hari hingga Minggu (25/08/2019) malam.

Arief Yahya menyebut pariwisata menjadi andalan devisa yang secara nasional pada 2018 memberikan kontribusi 19 miliar dolar AS, mengungguli migas dan batubara. "Pariwisata Bali sendiri menyumbang 40 persen dari devisa pariwisata nasional sebesar 7,6 miliar dolar AS yang setara sekitar Rp100 triliun," katanya.

Pada kesempatan itu, Menpar Arief Yahya menyerahkan secara langsung Satya Lencana Kepariwisataan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada tokoh Sanur Ida Bagus Tjetana Putra atau kini dikenal sebagai Ida Ratu Peranda Dwija Ngenjung atas jasanya ikut memajukan pariwisata.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra yang akrab disapa Gusde mengatakan, Sanur memiliki potensi pengembangan pariwisata yang sangat potensial seiring dengan kebutuhan pasar saat ini. Pantai Matahari Terbit merupakan salah satu bagian dari rancangan pembagian ruang dan pengembangan destinasi kawasan Sanur.

Baca Ini Juga Yuk: Melihat Keseruan Balap Jukung Tradisional di Sanur

"Sanur memiliki posisi yang sangat strategis dan penting bagi Kota Denpasar. 40 persen PAD atau 80 persen total PHR Kota Denpasar berasal dari Sanur. Selain itu, 11 persen pangsa pasar pariwisata Kota Denpasar bagi Bali 8 persen di antaranya berasal dari Sanur,” paparnya.

Kata Gusde keberadaan Sanur layak untuk diperhatikan dan terus dijaga. "Melalui tema festival 'Dharmaning Gesing' menjadi pengingat untuk berempati memuliakan bambu dan lingkungan, selaras dengan filosofi Tri Hita Karana," ujarnya.

Sanur juga masuk dalam Global Sustainable Tourism Council yang mendorong warga serius melaksanakan kegiatan pariwisata berkelanjutan dengan dukungan bidang sosial budaya, ekonomi dan lingkungan. Sanur juga tercatat menjadi anggota Suistainable Tourism Observatory dari PBB.

Sejumlah program mewarnai festival ramah lingkungan ini, di antaranya aksi bersih-bersih, penanaman pohon, konservasi terumbu karang serta beragam kampanye hijau baik pada anak usia sekolah maupun masyarakat umum. Beberapa kegiatan yang sebelumnya seperti kompetisi jukung, selancar angin, dan bonsai exhibition.

Usai pembukaan, musisi jazz Indra Lesmana berkolaborasi dengan seniman Nyoman Windha menyajikan orkestra jazz yang menggunakan instrumen berbahan bambu. Setelah itu, berturut-turut dua panggung berukuran besar menyajikan sendratari, peragaan busana, serta penampilan Pongky Barata, Trio Lestari dan Crazy Horse.


Foto: Ahmad Muzakky/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler