Sangat Baik Kelola Risiko, bjb Raih Penghargaan Top GRC 2019

Bandung - bank bjb kembali meraih penghargaan nih! Dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan yang sangat baik, bank bjb meraih penghargaan TOP Governance, Risk & Compliance (GRC) 2019 #4 Stars. Selain itu, Direktur Kepatuhan bank bjb, Agus Mulyana dinobatkan sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang yang digelar di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Penghargaan ini merupakan kerja sama berbagai pihak, seperti Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dan Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA). Serta Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI) dan Asia Business Research Center.

TOP GRC adalah kegiatan pembelajaran bersama tentang governance, risk & compliance sekaligus apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berkinerja baik. Tak hanya kinerja baik, perusahaan juga telah menerapkan GRC dalam pengelolaan usaha bisnisnya. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur dan implementasi tata kelola perusahaan.

bank bjb sendiri selalu menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG) dalam setiap langkah usahanya. Penerapan sistem tata kelola ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menghindari potensi fraud yang merugikan berbagai pihak dari beragam aspek. GCG bank bjb telah terbukti bekerja dengan baik dan beberapa kali membuat perbankan diganjar penghargaan. Tidak terkecuali dari lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dewan juri menilai sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (GCG), manajemen risiko dan manajemen kepatuhan di perusahaan, berada di tingkat yang sangat baik. Sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan yang berkelanjutan.

Baca Ini Juga Yuk: bank bjb Raih Penghargaan di Ajang Piala Humas Jabar 2019

Pola manajemen risiko yang diterapkan bank bjb selama ini terbukti berhasil memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan. Hal tersebut bisa dilihat dari kualitas kredit bank bjb yang berhasil dijaga dengan baik misalnya.

Catatan perseroan pada Semester I 2019 rasio Non Performing Loan (NPL) bank bjb terjaga di level 1,7 persen atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 yang sebesar 2,61 persen. Sementara rasio Net Interest Margin (NIM) bank bjb berada pada level 5,7 persen atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9 persen.

Sedangkan dari segi kinerja, tercatat total aset bank bjb berhasil tumbuh 6,4 persen year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7 persen yoy. Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2 persen yoy.

Melalui rilis tertulis yang diterima BeritaBaik, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, M. As'adi Budiman mengatakan kalau berbagai langkah yang dilakukan harus dilandasi tujuan mulia dan prinsip tata kelola yang baik.

"bank bjb menyadari berbagai langkah usaha yang dilakukan perseroan harus dilandasi oleh tujuan mulia untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi negeri. Seluruh keputusan perusahaan selalu didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, didukung analisis tajam untuk melihat berbagai peluang dan ikhtiar nyata demi mempertahankan kebutuhan nyata dan berkelanjutan," ujar M. As'adi Budiman.

Foto: dokumentasi bjb


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler