Tukar Baju Bandung, Solusi Kurangi Sampah Tekstil

Bandung - Banyak orang hanya concern dengan sampah plastik, lebih dari itu sebenarnya di sekitar kita ada banyak hal yang bisa menghasilkan sampah jenis lainnya, yakni sampah tekstil. Atas dasar itulah kampanye Tukar Baju dihadirkan sebagai bentuk kepedulian akan banyaknya sampah tekstil yang dihasilkan dari pakaian yang kita pakai.

Setelah sejak bulan Mei 2019 lalu digelar di Jakarta, Yogyakarta, dan Tangerang Selatan, Tukar Baju mampir juga ke Kota Bandung untuk pertama kalinya. Diinisiasi oleh komunitas Zero Waste Indonesia yang berkolaborasi dengan BeritaBaik.id dan Botanina, acara ini dilangsungkan pada Sabtu (24/08/2019) di Four Points by Sheraton Bandung.

Tukar Baju sendiri adalah salah satu kampanye dari komunitas Zero Waste Indonesia yang bertujuan untuk menciptakan kesadaran masyarakat akan sampah fesyen, sekaligus memberikan solusi akan limbah tekstil di Indonesia.

Amanda Zahra Marsono selaku PR & Project Manager Zero Waste Indonesia mengatakan jika industri fesyen merupakan penyumbang terbesar polusi global. Karena itu lah, ia dan komunitasnya membuat kampanye Tukar Baju.

“Tukar Baju ini bisa dibilang jadi salah satu cara untuk menekan perilaku konsumtif manusia yang seringkali membeli baju baru. Padahal sebenarnya kita bisa saling menukar baju, enggak melulu harus beli,” ujarnya.

Amanda menjelaskan jika bahan tekstil sebenarnya bisa didaur ulang. Jadi, memberikan atau menyumbangkan pakaian yang biasa kita lakukan sebenarnya tidak bisa disebut sebagai solusi untuk menekan sampah tekstil.

Baca Ini Juga Yuk: Ini yang Bisa Dilakukan untuk Memperpanjang Usia Pakaian Kamu

“Banyak orang yang menyumbangkan pakaian mereka ke yayasan tertentu untuk kemudian bisa dipakai oleh mereka. Tapi, sebenarnya kan kita enggak tahu apakah pakaian yang kita berikan benar-benar dipakai atau tidak. Padahal bahan tekstil itu bisa direcycle loh,” jelasnya.

Perempuan kelahiran 20 November 1989 ini juga menawarkan solusi bagi para pemilik brand pakaian yang kerap mempunyai banyak sisa jahitan untuk menyumbangkannya kepada komunitas Zero Waste Indonesia. Sebab, komunitas ini bekerja sama dengan Kaind Indonesia untuk mendaur ulangnya.

“Nantinya sisa jahitan yang tidak terpakai itu kita daur ulang lalu dibuatkan kerajinan  sepatu oleh masyarakat lokal di Pasuruan, Jawa Timur,” paparnya.

Lebih lanjut, Siska Nirmala, pelaku gaya hidup zero waste menambahkan jika sekarang ini dibutuhkan lebih banyak lagi gerakan seperti Tukar Baju, agar semakin menimbulkan kesadarkan di masyarakat mengenai sampah tekstil.

“Sampah itu bukan hanya dihasilkan dari makanan saja, tapi bisa juga dari pakaian. Kita butuh lebih banyak lagi media seperti Tukar Baju agar masyarakat semakin aware akan limbah tekstil yang dihasilkan dari pakaian,” ungkapnya Siska.

Walaupun sudah sukses digelar di beberapa kota, Tukar Baju tidak akan berhenti di sini, tapi akan terus digelar di kota-kota lainnya. Ada sedikit bocoran nih, TemanBaik, rencananya nanti akan dibuka juga toko Tukar Baju offline loh. Sehingga ke depannya masyarakat tidak harus menunggu eventnya jika ingin menukar baju. 

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler