Begini Apresiasi dan Catatan Keberhasilan Jabar Quick Respon

Bandung - Program aduan masyarakat 'Jabar Quick Response' (JQR) yang dimiliki Pemprov Jawa Barat mendapatkan apresiasi karena keberhasilannya merespon aduan publik. Tercatat ada 404 aduan yang bisa JQR selesaikan dalam waktu 312 hari sejak JQR diluncurkan.

Program kemanusiaan ini diluncurkan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada 18 September 2018. Di bawah kepemimpinannya, Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil- berusaha menghadirkan pemerintahan yang cepat tanggap terhadap curahan hati masyarakat.

"Seperti dalam visi misi kami, bahwa kami ingin negara itu lebih dekat kepada masyarakat," kata Emil dalam rilis yang diterima BeritaBaik.

Tercatat hingga 31 Juli 2019 alias 312 hari setelah JQR diluncurkan, program tersebut sudah menerima 57.187 aduan, merespons 34.364 aduan dan berhasil menindak 404 aduan.

Kasus yang ditangani JQR misalnya kasus Nabila 'Sepatu'? Bocah asal Kampung Cibodas Kabupaten Bandung itu mendapat sorotan usai video sepatu miliknya yang diinjak-injak oleh teman-temannya viral di media sosial.

Padahal, sepatu itu dibeli Nabila dari uangnya sendiri. Gadis cilik yang masih duduk di bangku SD itu tidak tinggal bersama orang tua, dan sejak lama menjadi tumpuan hidup bagi kakek dan neneknya.

Bantuan uang kepada Nabila yang digalang lewat kerja sama dengan pihak swasta itu, 40 persen di antaranya ditujukan untuk biaya pendidikan hingga kuliah dalam bentuk deposito.

Selain Kakek Bani dari Kabupaten Garut dan Nabila dari Kabupaten Bandung, ada juga Anis Suhanah, penderita kanker payudara asal Kabupaten Pangandaran, sebagai aduan terlama yang ditindaklanjuti oleh JQR selama empat bulan pendampingan.

Aduan teranyar yang ditindak hingga 31 Juli lalu adalah kasus Rosita, ibu muda asal Kelurahan Cibereum Kota Cimahi, yang mengidap anemia dan gejala lupus sejak Oktober 2018 dengan tiga orang anak dalam kondisi kurang gizi.

Masalah kesehatan memang menjadi aduan terbanyak yang ditindak oleh JQR hingga 31 Juli 2019. Dari total 404 aduan yang ditindak, 281 merupakan tindakan masalah kesehatan, pendidikan (78 tindakan), Rumah Darurat Roboh (16), jembatan (8), gizi buruk (10), listrik (1), dan bencana (10).

Saat ini, JQR sendiri memiliki hampir 300 relawan yang tersebar di seluruh kabupaten kota di Jabar. Adapun, bantuan yang diberikan kepada warga yang ditindak merupakan kerja sama dan komitmen JQR bersama Badan Amil Zakat Nasional Jabar hingga perusahaan Eiger dan komunitas crowdfunding (wecare.id).

"Dari perjalanan hampir setahun ini, berikutnya kami ingin kota/kabupaten punya unit yang sama. Selama ini, banyaknya (aduan) dari Sukabumi, Pangandaran, sampai Garut. Kawasan Pantura sedikit," ucap Hermansyah.

Usai menerima aduan, JQR sendiri bekerja dengan melakukan sistem/tata kelola kategori wilayah dan skala prioritas. Berikutnya, JQR memvalidasi aduan tersebut, untuk selanjutnya melakukan survei dan mengorganisir eksekusi dengan pihak terkait.

Warga Jabar bisa menuliskan aduan melalui situsweb https://jabarqr.id atau melalui hotline dan WhatsApp di nomor 08111357777, juga bisa melalui sosial media @QrJabar (Twitter), @jabarquickresponse (Instagram), dan Facebook Jabar Quick Response.

Teranyar, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendapat penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif 2019 dari Koran Sindo atas inovasinya dalam pelayanan terhadap masyarakat melalui program JQR yang diinisiasi oleh Emil. 

Penghargaan diterima oleh Asisten Bidang Administrasi Setda Provinsi Jabar, Dudi Sudradjat Abdurachim, dalam acara penganugerahan Kepala Daerah Inovatif 2019 di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang, Kamis (22/8/19).


Foto dokumentasi Jabar Quick Response


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler