SD di Bandung Ini Bakal Pakai 'Toilet Kering', Seperti Apa Ya?

Bandung - SD Negeri 201 Babakan Sinyar di kawasan Kiaracondong, Kota Bandung, akan menerapkan penggunaan biotoilet loh TemanBaik. Secara sederhana, toilet ini bisa dikatakan 'toilet kering'. Sebab, tak ada air yang digunakan untuk menyiram toiletnya. Seperti apa ya toiletnya?

Biotoilet sendiri dirancang peneliti dari Loka Penelitian Teknologi Bersih Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Bentuknya berupa persegi panjang dan terdapat dudukan toilet duduk di atasnya. Sedangkan dibawahnya terdapat serbuk gergaji dan alat pemutar khusus.

Nantinya, kotoran yang masuk tidak perlu disiram air. Justru akan terurai secara alami oleh serbuk gergaji. Enggak bau kok! Kotoran yang sudah tercampur tidak akan menimbulkan bau. Ujungnya, setelah diproses, kotoran akan bisa dimanfaatkan menjadi pupuk.

Meski begitu, pengguna toilet tetap bisa menggunakan air untuk 'bersih-bersih'. Hanya saja dilakukan tidak di atas biotoilet, alias harus bergeser tempat. Dengan cara itu, air yang dipakai akan benar-benar hemat. Sebab, enggak perlu lagi deh menyiram kloset yang biasanya membutuhkan air cukup banyak.

Peneliti dari Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI Neni Sintawardani mengatakan ada misi besar di balik kerjasama LIPI dan Research Institute for Humanity and Nature (RIHN) Jepang untuk penggunaan biotoilet di sekolah tersebut. Ia berharap karakter para siswa di sana berubah.

"Kalau buat anak-anak saya 'menantang' para guru untuk mengubah karakter siswa walaupun itu enggak gampang," ujar Neni di SD Negeri 201 Babakan Sinyar, Senin (26/8/2019).

Perubahan karakter seperti apa sih yang dimaksud? Para siswa diharapkan menyadari pentingnya kebersihan, sanitasi, berhemat air, hingga menjadi sesuatu yang selama ini dinilai tak berguna jadi bermanfaat. Adanya biotoilet itu jadi sarana bagi siswa agar memiliki kesadaran tersebut.

Ia pun berharap kotoran yang nantinya sudah diolah dan menjadi pupuk akan digunakan di lingkungan sekolah, misalnya untuk pupuk tanaman di sana. Dengan begitu, siswa akan lebih mudah memahami bahwa kotoran bisa bermanfaat. Sehingga, setelah dewasa kelak, karakter dan pemahaman siswa akan benar-benar terlatih sejak kecil.

Kepala SD Negeri 201 Babakan Sinyar Memi Sumiati mengatakan instalasi untuk biotoilet sedang disiapkan. Sekitar seminggu ke depan diharapkan sudah selesai agar bisa digunakan siswa. Selama biotoilet itu dalam tahap pemasangan, sosialisasi akan dilakukan guru-guru terhadap siswa.

"Sosialisasi harus dilakukan guru kepada siswa. Karena kalau tidak disosialisasikan, siswa tidak akan langsung memahami program ini," tutur Memi.

Sementara selain pemasangan biotoilet, segala program terkait lainnya juga sedang disiapkan, mulai dari alur pengumpulan kotoran, pengolahan, hingga distribusi pupuknya. Jika jadi dipakai di sana, sekolah tersebut akan jadi yang pertama di Indonesia sebagai pengguna biotoilet.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler