BPOM Cegah Penyalahgunaan Obat Kedaluwarsa Lewat Gerakan Ini

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan gerakan 'Ayo Buang Sampah Obat', Minggu (01/08/2019) di Lapangan Renon, Denpasar, Bali. Gerakan ini digagas karena maraknya peredaran obat ilegal.

Plh. Kepala BBPOM Kota Denpasar I Wayan Eka Ratnata menyampaikan keberadaan obat-obat ilegal tersebut bersumber dari obat-obat yang sudah kedaluwarsa dan yang rusak kemasannya, juga obat yang tidak termusnahkan secara baik.

"Digunakan untuk keperluan produksi obat ilegal melalui pemanfaatan sebagai bahan baku (re-use) dan pelabelan ulang (re-labeling) dengan modus sederhana seperti mengubah tanggal kedaluwarsa,” kata Eka pada BeritaBaik.

Lewat gerakan ini BPOM mengajak masyarakat belajar tentang bagaimana cara membuang obat kedaluwarsa, obat sisa, dan obat rusak dengan benar untuk mencegah dimanfaatkan membuat obat ilegal atau palsu.

Baca Ini Juga Yuk: Sudah Tahu Belum, Begini Nih Cara Membuang Obat yang Benar

Selain di Denpasar, peluncuran gerakan ini dilaksanakan serentak di 14 (empat belas) kota lainnya yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Serang, Banjarmasin, Mataram, Makassar, Medan, Kendari, Pekanbaru, Palembang, Yogyakarta, dan Batam.

Eka menyampaikan gerakan ini dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga tercipta budaya masyarakat untuk membuang sampah obat kedaluwarsa dan rusak dengan benar, baik yang dilakukan dengan mandiri atau dikembalikan ke apotek-apotek terdekat untuk dimusnahkan sesuai ketentuan.

Ia melanjutkan keberhasilan gerakan ini membutuhkan dukungan dan peran aktif seluruh pihak sebagai bentuk tanggung jawab bersama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengawasi peredaran obat khususnya peredaran obat ilegal.

Oleh karena itu dalam gerakan ini BPOM turut melibatkan 1.000 apotek dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Di Bali sendiri ada 82 apotek yang tergabung dalam periode pertama gerakan ini. Periode pertama berlangsung satu bulan, mulai dari tanggal 1 sampai 30 September 2019.

Turut hadir dalam peluncuran gerakan ini Wakil Ketua TP PKK Provinsi Bali, Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati. Dalam sambutannya ia mengapresiasi gerakan ini karena dinilai sangat positif bagi kesehatan masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi sekali. Seperti kita ketahui bersama bahwa obat kadaluwarsa kalau disalahgunakan sangat berbahaya. Nantinya kami akan turun ke desa-desa untuk mengajak masyarakat bagaimana membuang sampah obat-obatan," katanya.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler