Warga Surabaya Manfaatkan Limbah Serabut Kelapa Jadi Tanaman Hias

Surabaya - Berawal dari pelatihan pembuatan tanaman hias kokedama yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, salah seorang warga Surabaya yaitu Umi Mahmudah terpilih sebagai perwakilan Kecamatan Dukuh Pakis untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Setelah selesai mengikutinya, ia langsung mempraktikkan kembali apa yang diajarkan, sesampainya di rumah. Kediamannya terlihat asri dan hijau, rumahnya dipenuhi oleh tanaman hias kokedama atau yang biasa disebut 'bola lumut'.

Kokedama sendiri lebih dikenal sebagai tanaman hias yang berasal dari Jepang. Karena Jepang berbeda dengan Indonesia, khususnya Surabaya. DKPP menggunakan alternatif bahan lain sebagai pengganti lumut yang biasa digunakan untuk membuat kokedama. Di Surabaya, limbah serabut kelapa dipilih sebagai penggantinya.

Melihat rumahnya dipenuhi oleh tanaman kokedama, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk menggelar pelatihan yang sama bagi warga sekitar yang dibantu oleh sang suami yakni Khoirur Ruba'ih.

Suami Umi sendiri merupakan Ketua Kelompok Tani Sekar Arum, alhasil mereka pun mulai menggelar pelatihan bagi para anggota lain untuk membuat Kokedama.

Baca Ini Juga Yuk: Menghias Rumah dengan Lima Tanaman Cantik Kekinian Ini Yuk!

"Terima kasih kepada DKPP Kota Surabaya atas bantuan-bantuan maupun pelatihan-pelatihan yang sudah saya terima selama ini. Sehingga ingin menjaga amanah, kalau istilahnya sih 'nggetok tularno'. Harus membagikannya (ilmu) sama orang lain," kata Ruba’ih lewat lama humas.surabaya.go.id.

Ruba'ih menjelaskan tanaman yang digunakan merupakan tanaman dengan akar serabut kecil. Sedangkan untuk limbah serabut kelapa, sebelumnya harus dibersihkan terlebih dahulu. Mulai dari digiling dengan mesin hingga terurai, lantas dicuci dan dikeringkan. Untuk cara membuatnya, Ruba'ih mengaku gampang-gampang susah.

"Awalnya, disiapkan dulu alat dan bahannya. Kemudian tanaman dikeluarkan dari polybag dan dipindahkan ke atas serabut kelapa yang sudah ditata di atas meja, diberi tanah dan pupuk, terus dibentuk bulat, dikemas pakai serabut kelapa itu tadi. Setelah itu dililit pakai benang jahit. Finishing-nya, dililit lagi pakai benang wol," paparnya panjang lebar.

Kokedama yang sudah jadi nantinya bisa diberi gantungan atau diletakkan di atas tatakan kayu. Hal ini dilakukan untuk membuat karakteristiknya yang unik bisa tetap natural.

Selain itu, keunggulan tanaman hias kokedama ini adalah ramah lingkungan. Terlebih, kokedama ini dapat diletakkan di dalam ruangan tertutup, fleksibel, dan memiliki nilai estetik yang dapat dijadikan sebagai dekorasi rumah.


Foto: humas.surabaya.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler