Usaha Klaten Supaya ASN Terbiasa Gunakan Tumbler

Klaten - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo gencar mengintruksikan aparatur pemerintahan untuk menggunakan botol minum isi ulang atau tumbler untuk kegiatan sehari-hari. Hal itu kemudian diaplikasikan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten untuk melakukan hal serupa, yakni dengan membiasakan diri menggunakan tumbler.

Kepala Seksi Persandian Dinas Komunikasi Informatika Klaten Pinandita Bima Mahendra menjelaskan saat ini ASN Klaten yang memakai tumbler memang belum banyak, tapi menurutnya gerakan pengurangan sampah plastik harus terus digaungkan.

"Selain ekonomis bisa isi ulang air putih dari rumah, juga bisa mengurangi jumlah sampah plastik yang saat ini masih menjadi masalah pemerintah. Paling tidak, harus ada contoh dari aparatur pemerintah," ujar Bima di laman jatengprov.go.id.

Bima mengaku dirinya pun telah mencoba membiasakan diri menggunakan tumbler sehari-hari. "Sudah hampir 6 bulan saya ketika kerja di kantor menggunakan botol isi ulang dan tidak menggunakan botol kemasan. Kebutuhan air putih sangat higienis sebagai bagian perilaku hidup sehat. Selain pola makan dan minum yang sehat, olahraga juga tidak kalah penting," katanya.

Baca Ini Juga Yuk: Kurangi Sampah Plastik dengan 5 Cara Mudah Ini Yuk!

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Klaten, Srihadi memaparkan jika Pemerintah Kabupaten Klaten sudah menggulirkan Surat Edaran yang ditandatangani Sekretaris Daerah Jaka Sawaldi Nomor 658.1/670/25 tanggal 24 Juli 2019 tentang Pengurangan Timbulan Sampah Plastik.

Surat imbauan itu ditujukan kepada seluruh Kepala SKPD, camat, instansi vertikal, kepala sekolah, takmir masjid dan komunitas sungai, salah satunya menyangkut imbauan pengurangan penggunaan plastik.

"Saat ini Pemkab Klaten sudah punya Surat Edaran pengurangan sampah. Sebagai tindak-lanjutnya, ASN di Dinas Lingkungan Hidup dan Inspektorat Klaten hampir semua sudah menggunakan tumbler. Hal ini sesuai arahan Gubernur Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Klaten beberapa waktu lalu, agar penggunaan tumbler bisa lebih memasyarakat, khususnya di lingkungan birokrasi dan pelajar," ujar Srihadi.

Ia tidak memungkiri penggunaan tumbler sudah familiar dilakukan di lingkungan sekolah. Hampir semua pelajar SMA dan SMK di Klaten sudah menggunakan tumbler. Bahkan, setiap rapat dan pertemuan semacam workshop atau sosialisasi, kebanyakan suvenirnya tumbler.

"Pengurangan sampah plastik memang harus masif dilakukan. Kampanye ini juga menjadi bagian penilaian jika Klaten ingin meraih penghargaan Adipura," tegas Srihadi.

Foto: jatengprov.go.id/Diskominfo Klaten


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler