Wujudkan Kota Ramah Lansia, Pekalongan Bangun Rumah Santun

Pekalongan - Untuk mewujudkan Kota Ramah Lansia, Pemerintah Kota Pekalongan tengah menyiapkan pembangunan rumah santun. Rumah tersebut berlokasi di Komplek Rumah Perlindungan Sosial Berbasis Masyarakat (RPSBM) yang terletak di Jalan Hos Cokroaminoto No. 360, Kuripan Kidul, Pekalongan.

Saat ini proses pembangunan rumah sudah hampir selesai dan ditargetkan akan diluncurkan pada Oktober mendatang serta dapat digunakan secara maksimal. Kepala RPSBM Syafrizal Munir menerangkan pembangunan rumah santun lansia seluas kurang lebih 2.000 meter persegi ini telah memasuki proses tahap II. Bangunan yang nantinya terdiri dari 10 kamar tersebut hampir selesai dan beberapa kamar telah ditempati oleh lansia.

"Dari 10 kamar itu nantinya akan bisa menampung 20 lansia yakni 10 putri dan 10 putra. Saat ini sebanyak 13 lansia mandiri yang menempati rumah santun lansia tersebut," ujar Syahrizal di laman jatengprov.go.id.

Syahrizal juga mengatakan kalau fasilitas dan pelayanan baik di RPSBM dan rumah santun lansia sangat memadai. Kompleks bangunan tersebut juga disediakan tenaga kesehatan yakni dengan 2 orang perawat, 1 dokter jiwa, 1 orang ahli gizi 1, dan 1 orang psikolog.

Mengapa ada dokter jiwa? Hal itu dikarenakan RPSBM tidak hanya menangani lansia saja, tetapi juga orang dengan gangguan jiwa.

Saat ini, ada beberapa lansia terlantar dan psikotik tinggal di satu area dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya. Sehingga, sebagai bentuk kepedulian kepada lansia, Pemkot Pekalongan menyelesaikan pembangunan rumah lansia di RPSBM. 

Baca Ini Juga Yuk: Lihat Lebih Dekat Tugu Pahlawan, Simbol Ikonik Arek-arek Suroboyo

"Penanganan lansia ini tidak sama, mereka sudah sepuh dan harus terpisah sendiri dengan PMKS lainnya seperti penyandang psikotik, anak punk, dan sebagainya. Karena itu, kami akan membuatnya terpisah dengan membangun rumah lansia," ucap Afrizal.

Lebih lanjut, Bendahara RPSBM Fadholi menambahkan kalau lansia yang berada di RPSBM memiliki latar belakang yang beragam. Ada yang terjaring razia oleh Satpol PP, ada pula yang memang terlantar karena keluarganya tidak sanggup lagi merawat orangtuanya.

"Kebanyakan memang dari keluarga yang mengantar ke sini karena tidak bisa merawat orangtuanya lagi. Bahkan ada yang dokumenya tidak lengkap, kemudian asal dibawa ke sini dan tidak pernah ditengok lagi," terang Fadholi.

Sebelumnya, dijelaskan Kepala Dinsos Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan, Gunindyo, Pemkot telah menyiapkan dana dari APBD Rp.2 miliar, untuk pembangunan rumah lansia tersebut. Di mana saat ini pembangunan dilakukan untuk menambah, ruang isolasi, ruang serbaguna, dan tempat ibadah.

"Pembangunan tahap I sudah dilakukan tahun lalu. Kini kami akan lakukan pembangunan tahap II dengan anggaran Rp 2 miliar. Pembangunan dilakukan untuk menambah ruang isolasi, ruang serba guna dan tempat ibadah serta fasilitas lainya," jelas Gunindyo.
 
Foto: jatengprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler