Menyelami Konservasi & Pentingnya Ramah Lingkungan di Anggarasaka

Bandung - Para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) 'Nymphaea' Institut Teknologi Bandung (ITB) punya cara unik untuk menyadarkan publik akan pentingnya isu konservasi. Mereka menggelar eksebisi visual dengan judul Anggarasaka 'Ragam Jejak Pulau Mentari' di Bandung Creative Hub (BCH), Kota Bandung, pada 7-8 September 2019. Ada aja sih dalam kegiatan ini?

Di sini terdapat pameran foto, pemutaran video, talkshow, hingga instalasi. Suguhan utama yang diangkat adalah hasil dari ekspedisi 26 mahasiswa Himabio ke lokasi konservasi rusa di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Ekspedisi itu dilakukan pada Januari lalu selama sepekan.

Hasil dari ekspedisi itu adalah dihadirkannya foto-foto dan video rusa Bawean yang terancam punah. Harapannya, masyarakat yang hadir di lokasi bisa menyadari pentingnya turut menjaga kawasan konservasi, termasuk flora dan fauna di dalamnya.

"Harapannya pameran ini bisa meningkatkan awareness masyarakat," ujar Head of Public Relation Anggarasaka Nadia Jessica, Sabtu (7/9/2019).

Selain foto dan video, di lokasi juga dipajang instalasi rusa. Di sana, pengunjung pameran akan diberikan kertas kecil dan menuliskan harapannya soal rusa Bawean atau isu konservasi lainnya. Kertas itu selanjutnya akan digantungkan pada tanduk rusa.

Selain rusa, dihadirkan pula foto-foto dan instalasi burung yang menggambarkan Pulau Bawean. Ada juga instalasi kumpulan daun dan ranting pohon kering dari Pulau Bawean yang disusun hingga membentuk sebuah pohon.


Yang tak kalah menarik, dalam pameran itu juga ditampilkan beragam peralatan yang dipakai tim ekspedisi. Mulai dari ransel, matras, kompor, kamera, hingga sepatu dipajang di sana. Bahkan, ada sepatu dengan sol yang sudah menganga. Itu menandakan bahwa perjuangan para mahasiswa itu di Pulau Bawean cukup berat.

Aktivitas para mahasiswa selama di Pulau Bawean juga diperlihatkan melalui foto yang dipajang di lokasi. Sehingga, pengunjung akan bisa melihat bagaimana perjuangan para mahasiswa itu untuk menggali beragam informasi di Pulau Bawean.

Rangkuman pelajaran hingga kutipan para peserta ekspedisi juga ditampilkan melalui instalasi. Instalasi itu terdiri dari banyak segitiga yang masing-masing sisinya menampilkan foto dan tulisan. Di sisi lain, instalasi itu akan membentuk logo Himabio.

Para panitia di pameran pun akan dengan ramah memberikan penjelasan seputar berbagai hal yang dipamerkan di lokasi. Sehingga, jika kamu penasaran tentang apa yang dilihat, tinggal bertanya saja pada panitia.


Sementara selain isu seputar konservasi, khususnya rusa Bawean, Anggarasaka untuk jadi ajang untuk menularkan gaya hidup ramah lingkungan melalui talkshow. Sehingga, harapannya pengunjung akan tahu seperti apa gaya hidup ramah lingkungan, termasuk mempraktikkannya.

"Untuk melestarikan lingkungan itu sederhana dan bisa dilakukan siapapun, contohnya membawa botol minuman sendiri," ungkap Nadia.

Nah, jika TemanBaik penasaran, kalian tinggal datang saja ke BCH. Kegiatan ini gratis kok. Bahkan, untuk mengikuti sesi talkshow, kamu tinggal datang saja ke lokasi tanpa konfirmasi sebelumnya. Tapi, tempatnya terbatas ya hanya 150 peserta dalam setiap sesi diskusi. Jadi, usahakan jangan datang mepet jelang talkshow agar kebagian tempat duduk yang nyaman.

Berikut ini agenda dalam pameran Anggasaka:

Sabtu, 7 September 2019
- 12.30 WIB Talkshow sesi I: Urgensi Menjaga Biodiversitas
Pembicara: Meiki Wemly Paendong, Wulan Pusparini, Vania F. Herlambang

- 16.45 WIB Pemutaran film singkat dan diskusi bersama The Nature Conservacy

- 18.30 WIB Talkshow sesi II: Aksi untuk Konservasi
Pembicara: Yuri Romero, Arka Irfani

Minggu, 8 September 2019
- 13.30 WIB Talkshow sesi III: Sayap-sayap Pulau Mentari
Pembicara: Andika Darmawan, Khaleb Yordan

- 15.45 WIB Talkshow sesi IV: Ragam Jejak Pulau Mentari
Pembicara: Endah Sulistyawati, Dede Aulia Rahman

- 17.15 WIB penayangan film dokumentasi ekspedisi GARDA Nymphaea 2019

- 17.45 WIB penutupan acara


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler