Seru! 'Virus' Basket Kursi Roda Ditularkan di Kota Bandung

Bandung - Olahraga basket kursi roda yang dimainkan disabilitas tunadaksa belum begitu populer di Indonesia. Saat ini, komunitas yang aktif bermain basket kursi roda hanya ada di Jakarta dan Bali.

Yang paling aktif menggeluti olahraga ini adalah klub Jakarta Swift Wheelchair Ball. Usaha keras dilakukan klub ini agar basket kursi roda bisa digeluti banyak disabilitas tunadaksa di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu yang dilakukan adalah bekerjasama dengan National Paralympic Comittee Indonesia (NPCI) Kota Bandung menggelar pelatihan 'Bandung Wheelchair Basketball Training Camp'.

Berlokasi di GOR Pajajaran, Kota Bandung, pelatihan ini berlangsung 9-11 September 2019. Lebih dari 40 orang jadi peserta dalam pelatihan ini. Bukan hanya dilatih, beberapa kursi roda khusus untuk basket kursi roda juga dihadirkan untuk dipakai peserta.

Pelatihan pun cukup istimewa, di antaranya dengan hadirnya Pete Hughes dan Mia Hanson. Mereka adalah pelatih basket kursi roda di Arizona, Amerika Serikat. Mereka mengajarkan bagaimana cara bermain basket kursi roda dari hal-hal mendasar hingga urusan teknik.

Wakil Sekretaris NPCI Kota Bandung Djumono mengatakan antusiasme peserta sangat tinggi mengikuti pelatihan tersebut. Para peserta pun bukan hanya berasal dari Kota Bandung. Ada yang dari Garut, Tasik, Bekasi, hingga Banjar.

"Teman-teman sangat antusias dengan pelatihan ini. Apalagi nanti setelah kegiatan ini selesai akan ada program pengembangan basket kursi roda, khususnya di Kota Bandung," ujar Djumono, Selasa (10/9/2019).

Direktur Jakarta Swift Wheelchair Donald Putra Santoso punya harapan besar dengan menggelar pelatihan tersebut. Ia ingin basket kursi roda menjadi olahraga populer di kalangan disabilitas tunadaksa. Sehingga, mereka selain untuk kesehatan, olahraga itu juga bisa jadi ajang mereka untuk berprestasi.

Baca Ini Juga Yuk: Keren! Begini Saat Pemain Persib Belajar Bahasa Isyarat Dadakan

Untuk memantik semangat peserta bermain basket, ia sengaja menghadirkan beberapa pemain Tim Nasional Basket Kursi Roda di lokasi. Mereka berlatih bersama para peserta. Selain itu, para pemain Tim Nasional itu juga bisa membagi pengalaman dan motivasi kepada peserta.

Usai pelatihan, peserta diharapkan punya kemampuan bermain basket mumpuni. Selanjutnya, klub baru diharapkan bisa terbentuk di Kota Bandung. Setelah itu, 'virus' basket kursi roda diharapkan semakin menular ke daerah lain di Jawa Barat dan Indonesia. Ini salah satu langkah kami supaya mereka bisa bikin tim," ungkap Donald.

Bahkan, setelah pelatihan usai, Jakarta Swift Wheelchair Ball akan memberikan kursi roda. Sebab, kursi roda khusus untuk bermain basket berbeda dengan kursi roda pada umumnya. "Di Bandung kalau sudah bisa confirm (peserta pelatihan) akan latihan rutin, kita akan kasih beberapa kursi roda, tapi bertahap," tutur Donald.

Sementara dalam pelatihan tersebut, para peserta yang mayoritas belum bisa bermain basket benar-benar digembleng. Tanpa kenal lelah, para peserta pun mengikuti instruksi tim pelatih. Benturan antar pemain, tabrakan kursi roda, hingga terjungkal jadi pemandangan yang tersaji. Tapi, mereka terlihat begitu semangat.

Tangan mereka pun berusaha segesit mungkin antara menggerakkan kursi roda dan memantulkan bola ke lantai, mengoper pada rekannya, hingga memasukkannya ke keranjang. Keringat pun bercucuran. Tapi, sesekali terdengar tawa ceria dari peserta di sela latihan.

Tim pelatih pun tak bosan memberi instruksi dan mempraktikkan cara bermain. Itu membuktikan mereka paham betul bahwa melatih pemain dari nol memang sangat sulit. Bahkan, Pete Hughes, salah seorang pelatih, tampak bersemangat melatih. Ia berkali-kali berteriak lantang memberi instruksi dan memperlihatkan cara bermain yang benar.

Ia pun terus memberi semangat bagi peserta yang kesulitan belajar bermain basket. Ia berkali-kali menyemangati peserta dan meminta mereka terus mencoba setiap menu latihan.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler