Towards Pharma, Cara Bio Farma Tularkan Inovasi Ramah Lingkungan

Bandung - Menghadapi ketatnya persaingan bisnis di bidang farmasi, Bio Farma merumuskan berbagai jurus penting nih TemanBaik. Terbaru, BUMN produsen vaksin ini meluncurkan buku Towards Pharma 2030, Menuju Peningkatan Daya Saing Industri Farmasi Nasional.

Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan, sebagai perusahaan vaksin yang mengekspor vaksinnya ke 140 negara di dunia, kini Bio Farma enggak cuma fokus pada urusan produk loh.

Untuk mendukung program Suistanable Development Goals yang dicanangkan global pada 2030, perusahaan vaksin ini juga sudah semakin fokus pada isu kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, usaha Bio Farma untuk menjadi perusahaan vaksin yang ramah lingkungan juga telah digagas dalam banyak hal positif.

"Towards Pharma 2030 isinya ingin menularkan strategi daya saing dan inovasi perusahaan dalam menghadapi tantangan bonus demografi di Indonesia tahun 2030. Ini juga berkaitan dengan efisiensi dalam berbagai hal, salah satunya konsep perusahan vaksin yang ramah lingkungan," ujar M Rahman di sela diskusi buku Toward Pharma 2030 di Mulberry Hills by The Lodge Maribaya, Bandung Barat, Rabu (11/9/2019).

Baca Ini Juga Yuk: Bio Farma Siap Luncurkan Produk Lifescience Plasma di Indonesia

Lebih jauh Rahman menjelaskan nih TemanBaik, kepedulian Bio Farma pada isu lingkungan juga punya manfaat baik untuk menekan harga vaksin di pasaran loh. Dengan konsep reuse, reduce dan recycle, pihaknya juga mampu mempercepat proses produksi menjadi lebiih singkat dan efisien.

"Kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan kerja karyawan memang sudah jadi isu global. Saat ini Bio Farma sudah menjalani konsepreuse, reduce dan recycle itu lewat penggunaan air dan pengehematan tenaga listrik. Nah aspek ini juga yang memberikan pengaruh pada daya saing pada perusahaan," rincinya.

Lebih lanjut Rahman mengemukakan, sebagai perusahaan vaksin global Bio Farma juga punya jurus jitu dalam hal peningkatan daya saing. Sebut saja strategi Stronger Integrated Management System, Higher System serta Faster Time to Market.

"Perlu diketahui kalau peningkatan daya saing dan inovasi itu enggak hanya bicara produk tapi juga inovasi proses. Ini menjadi salah satu cara meningkatkan daya saing pada era bonus demografi 2030. Mereka juga tak hanya melek internet, tapi juga saling terkoneksi sehingga perusahaan harus melakukan inovasi pada sisi proses," pungkasnya.


Foto: Dini Yustiani/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler