Gunung Kidul Alami Kekeringan, PUPR Salurkan Air Bersih

Yogyakarta - Curah hujan yang relatif sedikit dan kultur tanah yang didominasi bebatuan karas dan berongga membuat Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta kerap dilanda krisis air. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat setempat, Kementerian Pekrjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyalurkan bantuan air bersih di beberapa wilayah di Yogyakarta.

Sebanyak 48.000 liter air bersih disalurkan melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY bagi 4.200 jiwa di 7 dukuh di Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Yogyakarta. Tujuh Dukuh tersebut adalah Jati, Jambu, Lumbung, Jurug, Karangtengah, Wuni dan Gabug.

Bantuan diberikan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ditjen Cipta Karya menggunakan 4 unit Mobil Tangki Air (MTA), berkapasitas 4.000 liter. Pendistribusian bantuan dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali untuk satu unit mobil tangki.

Selain ke Gunung Kidul, bantuan air bersih juga disalurkan ke daerah Bantul. Dua mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter telah dipinjamkan ke Pemda Bantul.

"Saat terjadi kekeringan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas, baru setelah itu untuk irigasi lahan pertanian," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Selasa (10/9/2019) di laman pu.go.id

Secara nasional, Kementerian PUPR telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi krisis air bersih akibat dampak kekeringan pada musim kemarau tahun 2019. Dukungan diberikan dengan menyediakan sebanyak 242 unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk melayani 1.300 jiwa per MTA/hari.

Diperkirakan kebutuhan air minum untuk masyarakat terdampak kekeringan tahun ini sebesar 31 ribu m3/hari sehingga ditargetkan 1.674 unit MTA dapat didistribusikan termasuk dukungan dari Pemda setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Foto: pu.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler