SDM Len Naik Kelas, 35 Insinyur Terima Sertifikasi dari ASEAN

Sebanyak 35 insinyur dari BUMN PT Len Industri (Persero) belum lama ini menerima sertifikasi dan medali AER (ASEAN Engineer Register) pada ajang Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) 2019 di Jakarta.

Sebagai perusahaan pertahanan yang lagi menjalankan misi go regional, sertifikasi luar negeri ini jadi catatan membanggakan loh TemanBaik. Karena saat ini, Len lagi fokus menggarap pangsa pasar di kawasan ASEAN, Asia Pasifik, maupun Afrika.

Lebih hebat lagi nih, Indonesia menjadi penerima terbanyak. Ada 414 insinyur Indonesia dari total 816 penerima di semua organisasi keinsinyuran di ASEAN.

"Sertifikasi ini jadi program peningkatan kompetensi SDM kita khususnya bidang Sertifikasi Internasional Keinsinyuran. Tahun lau kita daftarkan 20 orang, sekarang 35 insinyur baik dari unit bisnis transportasi, pertahanan, energi, ICT dan navigasi maupun pengembangan bisnis dan teknologi," ujar Direktur Utama PT Len Industri, Zakky Gamal Yasin, Jumat (13/9/2019).

AER merupakan sertifikat registrasi para insinyur profesional yang di berikan oleh AFEO (The Asean Federation of Engineering Organizations - Federasi Organiasasi Keinsinyuran ASEAN) yang bertujuan untuk memberikan standarisasi dasar mengenai profesi insinyur dalam menghadapi globalisasi dunia internasional.

Kebetulan juga nih TemanBaik, Indonesia juga jadi tuan rumah dari Konferensi Insinyur ASEAN yang ke-37 (CAFEO 37th - Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations 2019) yang diselenggarakan 11-13 Septemember 2019 di JIExpo, Kemayoran Jakarta Pusat. CAFEO sih anggotanya ada 10 negara anggota ASEAN.

Ketua Umum PII (Persatuan Insinyur Indonesia), Heru Dewanto IPU mengemukakan, CAFEO 37th lebih dari sekedar acara seremoni tahunan. Konferensi tahun ini juga menjadi etalase kebanggaan yang menampilkan pencapaian pembangunan Indonesia.

Menurutnya, di balik setiap proyek infrastruktur yang masif dalam beberapa tahun ke belakang, di sana ada kontribusi nyata dari para insinyur asli tanah air.

"Standarisasi dan kesetaraan dalam keinsinyuran berguna untuk menyaring arus deras globalisasi MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN serta menaikkan human capital index (HCI) secara nasional yang masih cukup rendah," rincinya.

Foto dokumentasi Len

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler