Surakarta Manfaatkan Sampah Jadi Pembangkit Energi Listrik

Surakarta - Perusahaan Listrik Negara alias PLN mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Surakarta, Jawa Tengah. Pembangkit yang terletak di lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Desa Mojosongo, Surakarta ini merupakan pilot project pemanfaatan sampah untuk pembangkit energi listrik di kota lainnya loh!

Hal ini merupakan bentuk komitmen PLN untuk menyongsong era energi terbarukan dan kemandirian energi, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Sebelumnya telah dilakukan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik (Power Purchase Agreement) antara PLN dengan PT. Solo Citra Metro Plasma Power pada akhir Desember 2018 lalu.

Pembangunan PLTSa Surakarta ini dilakukan dalam 2 tahap dengan kapasitas masing masing 5 MW, artinya setelah rampung total kapasitasnya menjadi 10 MW. Melalui kerja sama tersebut PLN siap memanfaatkan energi baru terbarukan dengan membeli energi listrik dari PT. Solo Citra Metro Plasma Power sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Baca Ini Juga Yuk: Dukung Kampung Iklim, Purwakarta Manfaatkan Tempat Sedekah Sampah

Setelah beroperasi, PLTSa ini akan mampu menyalurkan listrik kurang lebih 4.585 pelanggan dengan asumsi pemakaian kWh rata-rata perbulan sebesar 275 kWh untuk pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA.

Tidak hanya menyediakan listrik yang berbasis energi terbarukan, pembangunan PLTSa ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mengurangi masalah sampah.

Pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) ini memanfaatkan sampah dari TPA Putri Cempo dengan total kebutuhan sampah sekitar 276 ton/hari. Komposisi tersebut meliputi sampah baru yang diprioritaskan untuk diolah sebesar 200 ton/hari dan sampah lama dengan ketersediaan 1.800.000 ton hingga saat ini. Wah, mantap ya!

Foto: dokumentasi PLN



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler