Promosikan Kopi Temanggung, Petani Lokal Ramaikan Festival Ini

Temanggung - Bicara tentang kopi, rupanya Temanggung, Jawa Tengah punya kopi yang sudah populer hingga dikenal ke level internasional loh. Karena itu lah untuk mengenalkan kopi secara lebih luas lagi, pada 19-22 September 2019 digelar Festival Kopi di Gedung Pemuda Temanggung.

Gelaran yang telah dilangsungkan selama empat kali ini sudah dipadati pengunjung sejak hari pertama penyelenggaraannya. Ada berbagai kopi yang disajikan mulai dari arabica maupun Robusta, juga kopi seduh, bubuk, maupun yang masih berbentuk biji. Tercatat sebanyak 119 stand kopi, makanan dan minuman turut berpartisiasi di acara ini.

Dari 119 stand ini, 80 persen pengisi dari lokal dan 20 persen lainnya dari luar Temanggung. Untuk kopi ada 33 stand, dan semuanya menyediakan kopi asli Temanggung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Provinsi Jawa Tengah M Arif Sambodo mengakui, kopi memang tengah diminati masyarakat. Salah satunya, kopi dari Kabupaten Temanggung ini.

"Habis minum kopi langsung makpyar, padhang pikire. Karena itu para petani kopi harus terus mengembangkan agar kopinya lebih berkualitas. Dan saat ini kita sudah mengekspor kopi, tapi masih berupa biji kopi," bebernya.

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, kini untuk menikmati kopi tak hanya disajikan dalam bentuk kopi tubruk saja. Masyarakat terus melakukan variasi dan inovasi terhadap kopi, sehingga saat ini sudah tersedia beragam olahan kopi, seperti kopi temulawak, kopi jahe, dan bahkan dalam perkembangannya ada kopi yang dibuat untuk keperluan kesehatan.

"Peluang pengembangan industri kopi itu besar. Banyaknya anak muda yang jalan-jalan hanya untuk menikmati kopi, berdampak pada meningkatnya produksi kopi dalam negeri. Ini harus terus dipacu dan didukung oleh masyarakat dan pemerintah," terang Arif.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Disperindag juga aktif mendorong perkembangan industri kopi di Jawa Tengah loh.

"Dengan menggunakan teknologi kopi yang tepat dan benar, untuk meningkatkan mutu kopi dan menjaga keamanan pangan kopi tersebut. Mari majukan Jawa Tengah dengan kopinya yang ngangeni," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Temanggung, M Al Hadziq mengungkapkan, dunia kopi di Kabupaten Temanggung ini sangat khas. Untuk meningkatkan promosi dan konsumsi kopi asli temanggung ini, rupanya Pemkab Temanggung mengeluarkan Surat Edaran Bupati Nomor 500/513/IX/2019 tentang hari Jumat sebagai Hari Minum Kopi di Kab. Temanggung, yang diberlakukan seluruh masyarakat di Kabupaten Temanggung.

"Setiap hari Jumat di kantor-kantor diharapkan menyajikan minuman kopi. Untuk masyarakat tiap jumat diimbau meminum kopi dan menyajikan kopi untuk tamu. Dengan catatan, yang disediakan itu menggunakan kopi asli dari Temanggung," tandasnya.

Foto: jatengprov.go.id/Diskominfo Jateng


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler