Tak Punya Waktu untuk Anak? Simak Nih Pesan dari Kak Seto!

Bandung - Ayah dan ibu sama-sama memiliki pekerjaan sudah menjadi hal lumrah saat ini. Betul kan, TemanBaik? Kebutuhan ekonomi biasanya jadi pemicu mereka sama-sama bekerja. Solusinya, saat orang tua bekerja, anak biasanya dititipkan pada kakek-nenek, saudara, asisten rumah tangga, pengasuh, atau bahkan di tempat penitipan anak.

Kenyataan ini pasti TemanBaik temui, entah itu di rumah, lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, atau tempat lainnya. Atau justru TemanBaik juga sepasang orang tua yang sama-sama bekerja dan menitipkan anaknya?

Mirisnya, terkadang ada orang tua yang beralasan sibuk dengan pekerjaan sehingga ogah-ogahan bermain atau berinteraksi dengan anak di rumah. Apalagi, ada juga orang tua yang membawa pekerjaan dan menyelesaikannya di rumah.

Padahal, anak pasti merindukan orang tua dan ingin berinteraksi dengan mereka saat ada di rumah. Apalagi jika orang tua bekerja di luar kota, rasa kangen mereka pasti sangat hebat loh untuk berinteraksi. Kecewa pasti dirasakan sang anak saat hasrat mereka ditolak orang tua, baik secara langsung atau tidak.

Bahkan, yang lebih parah, saat libur bekerja, orang tua kadang tetap tak mau berinteraksi dengan anak. Ingin istirahat biasanya jadi alasan utama orang tua yang bekerja saat bertemu dengan waktu libur.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi memberi 'pukulan telak' bagi para orang tua yang tak mau meluangkan waktu berinteraksi dengan anak. Mereka harusnya sadar, dengan memiliki anak, maka orang tua harus meluangkan waktu untuk mereka.

"Orang tua sering mengatakan tidak ada waktu untuk bermain dengan anak. Kalau tidak punya waktu untuk anak, kenapa punya anak?" ujar Kak Seto, sapaan akrabnya, saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (24/9/2019).

Sesibuk apapun, berikan hak anak bersama dengan orang tua, baik untuk bermain, belajar, atau kegiatan lainnya. Sebab, jika tak mau meluangkan waktu untuk anak, si kecil lama-lama akan merasa jauh, bahkan menjauh dari orang tua.

Jadi, jangan salahkan jika suatu saat anak tak mau meluangkan waktu untuk orangtuanya. Terbayang enggak jika saat kamu tua nanti dan anak-anak beranjak dewasa, apalagi setelah menikah, mereka punya seribu alasan untuk tak menemui kamu? Sebab, anak berpotensi tinggi meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Ngeri kan TemanBaik!

Langkah bijaknya, jika enggak mau hal itu terjadi, sisihkanlah waktu untuk si kecil. Bangun kedekatan dan hubungan emosional dengan mereka sejak dini. Sehingga, anak akan benar-benar merasa orangtuanya ada dan hadir untuk mereka meski waktunya terbatas.

Yang bisa kamu lakukan misalnya bermain atau berinteraksilah dengan anak setelah tiba di rumah selepas bekerja. Jadikan waktumu di rumah menjadi milik anak. Jika masih ada pekerjaan atau lelah, berikan penjelasan pada anak agar mereka paham. Setelah itu, luangkan waktu untuk mereka.

Saat akhir pekan, kamu bisa meluangkan waktu untuk sekedar berjalan-jalan. Atau jika hanya ingin di rumah saja, bikin deh kegiatan menyenangkan bersama anak, bisa bermain, menggambar, mendongeng, atau beragam kegiatan lainnya.

Jika sibuk atau lelah jadi alasan kamu untuk tak meluangkan waktu demi anak, siap-siap deh konsekuensinya. Paksakan diri deh demi kebahagiaan si kecil. Sebab, waktu tak akan terulang dua kali. Jangan sampai menyesal di kemudian hari ya!

"Jadi, kalau punya anak, harus punya waktu untuk anak," ucap Kak Seto.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler