Ajang Tukar Ilmu Seputar Bisnis Fesyen di 'Storeless'

Tidak banyak acara yang mempertemukan antar pelaku bisnis, namun di Storeless garapan Kartel Lokal pebisnis, pemilik brand, pelaku startup bisa bertemu secara langsung dengan brand-brand lainnya.

Acara yang berlangsung dari tanggal 27-29 September ini digelar di Jalan Tikukur No. 10 Bandung. Selama tiga hari pelaksanaannya, Storeless hadir dengan menampilkan konten retail B2C, dealing B2B dan Talks Session.

Di acara Storeless ini, ada 15 merek lokal Bandung beserta ownernya yang turut berpartisipasi, sebut saja NIION, CHIEL Shoes, INSURGENT Club, PATTENT Goods, GROOT Watch, decade time, TERREL Sportswear, Foot Step, AMBLE_ID, NORTHY, TAILORWORKS serta WALLTZ.

Adit Yara, penggagas acara ini mengatakan fokus utama acaranya sendiri adalah fesyen. Ia ingin nantinya brand-brand yang ada di event Storeless tidak hanya dikenal di Bandung dan lingkup nasional saja, tapi bisa juga didengar namanya sampai kancah internasional.

"Di luar negeri, Indonesia itu hanya terkenal sebagai vendor, bukan brand. Harusnya kita bisa munculkan nama Indonesia, khususnya Bandung sebagai brand," ujar pria yang juga founder brand NIION itu.

Storeless sendiri merupakan aktivasi keempat dari Kartel Lokal. Sebelumnya mereka telah menggelar beberapa aktivasi yang diberi tajuk Sharing Cuan Edan, di mana semua owner brand berkumpul, brainstorming, dan update info seputar bisnis. Kurang lebihnya ada sebanyak 90 brand yang tergabung di Kartel Lokal.

Sementara itu, Rio, sesama penggagas Kartel Lokal yang juga pemilik brand Insurgent Club mengungkapkan, dengan adanya sesi talkshow ia ingin membuat mereka yang tengah membuat usaha atau mengalami masa sulit usaha menjadi memiliki wadah untuk sharing sekaligus mencari jalan keluar.

"Dengan adanya media seperti ini, kita jadi bisa mengajak brand lain untuk berkolaborasi. Saling membantu antar brand harusnya bukan lagi dijadikan sebagai sebuah persaingan. Kita di sini untuk maju bareng-bareng," cerita Rio.

Punya Movement Khusus
Kota Bandung terkenal dengan kreativitas orang-orangnya, karena itu tak heran di kota ini banyak brand-brand yang namanya melejit tak hanya di kancah nasional saja, tapi sampai ke internasional.

Penggagas Kartel Lokal lainnya, Agit Bambang menceritakan jika Storeless mempunyai movement khusus. Brand-brand lokal yang belum atau tidak memiliki toko offline harus bisa menjadi brand yang lebih besar dan lebih dikenal lagi oleh masyarakat secara luas.

"Kartel Lokal jadi movement baru di Bandung. Berawal dari rumah kecil dengan spirit yang besar dan gotong royong satu sama lain, kita bisa jadi besar karena kesederhanaan yang ada," tuturnya.

Agit menambahkan jika ia dan penggagas lainnya punya mimpi untuk menembus industri kreatif yang lebih besar. Mungkin saja apa yang dilakukan oleh Kartel Lokal ini bisa merambat ke kota lain. Sehingga tidak menutup kemungkinan nantinya spirit yang sama bisa turut ditiru oleh pelaku kreatif di kota-kota lain.

Lebih lanjut, Adit Yara menjelaskan jika ia bersama yang lainnya sudah punya masterplan untuk tahun 2020 mendatang. Dua tradeshow akan digelar di Bandung dan Jakarta. Dua kota besar yang jadi pusat lahirnya industri kreatif.

"Kembali lagi, tujuan kita membuat Kartel Lokal adalah untuk memajukan entrepenership di Bandung. Kita membuat activity seperti ini untuk mendukung semua yang butuh mentor, ilmu pengetahuan, dan wadah untuk sama-sama memajukan ekosistem yang baru. Kita juga ingin gap antar event, gap antar brand tidak ada. Kita ingin gap apapun itu dihilangkan. Lebih baik maju bersama-sama untuk dapat tembus pasar internasional," tandasnya.

Sisa dua hari penyelenggaraannya, TemanBaik masih bisa mengikuti key activities yang menghadirkan para brand owner dan komunitas seperti Temu Rasa, Ulinbike dan RPMC. Kamu hanya perlu membayar tiket Rp 25.000, ada juga tiket bundling berupa tiket+minum Rp 30.000, tiket+makan Rp 35.000 dan tiket+makan+minum Rp 55.000.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler