Asyiknya Menyebar Isu Lingkungan Lewat Kompetisi Berbahasa 

Bandung - Mau menyebarkan isu lingkungan melalui bahasa? Bisa banget loh TemanBaik. Cara ini bisa ditempuh lewat kompetisi, debat, story telling hingga pengenalan budaya antar negara loh.

Bertitel ECoFest 2019, event keren ini memang mengajak TemanBaik milenial dari generasi Z untuk peduli lingkungan mulai dari bagian terkecil. Sebagai penyelenggara,  Lembaga Bahasa LIA  berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung dan Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan RI serta Lemhanas yang membawa perwakilan 27 peserta dari 27 negara ke Indonesia. 

"Kami pengin memulai aksi peduli lingkungan ini lewat anak - anak dan kaum muda. Makanya di tahun ini kita mengangkat tema yang berkaitan dengan ecotourism, yaitu Kesadaran dan Kepedulian Generasi Muda Terhadap Lingkungan Hidup untuk Indonesia yang lebih lerkelanjutan," ujar Founder Yayasan LIA, Hendardji Soepandji, di sela kegiatan Ecofest 2019, Senin (30/9/2019) di Bandung.

Menurut Hendardji, konsep cinta lingkungan memang harus dibangun lewat kebiasaan sehari - hari, baik di sekolah maupun komunitas yang berbasis keilmuan. Selain aksi langsung, pembangunan karakter yang berbasis lingkungan justru paling penting loh.

Apalagi di tahun ini, kompetisi bahasa Inggris ini diikuti kurang lebih 400 siswa-siswi pelajar dari mulai tingkat SD-SMA maupun umum dari seluruh Indonesia. Jenis pengenalan lingkungannya sih variatif ya, mulai dari Show & Tell, Story Telling, Pecha Kucha, dan Debate, serta Festival Internasional dan Lomba Presentasi Bahasa Indonesia oleh penutur asing.

"Lewat isu lingkungan, kita juga tengah memperjuangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa dunia ketujuh. Harapannya sih ke depan bisa menjadi bahasa dunia," katanya.

Ia bercerita nih TemanBaik, kalau kemampuan berbahasa inggris itu sudah jadi syarat mutlak loh saat menghadapi era global. Tapi sekarang ada yang jauh lebih penting loh, yakni menjadi teladan yang baik dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di sekitar.

"Kemampuan berbahasa memang wajib digali tapi membentuk karakter yang berbudaya lingkungan itu jauh lebih utama. Kali ini kita juga sengaja pilih Bandung supaya cocok dengan tema ecotourism. Selain punya daya tarik wisata alam, Di sini juga kental dengan sejarah dan destinasi kuliner," pungkasnya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler