Cara Kreatif Membangun Disiplin Lalu Lintas di Kabupaten Bandung

Bandung - TemanBaik sudah ada yang pernah pergi ke taman lalu lintas? Pasti mayoritas pernah kan? Taman lalu lintas juga ada loh di Jalan Gandasari, Kabupaten Bandung.

Area ini diberi nama Pacantells yang merupakan singkatan dari Pangulinan, Cacah Menak, Taman Edukasi Lalu Lintas Sabilulungan. Ada filosofi dalam dari taman ini, yaitu taman bermain untuk semua kalangan sekaligus edukasi dalam berlalulintas.

Eric Alam Prabowo adalah penggagas dihadirkannya Pacantells. Hal itu bermula pada 2017 saat ia menjabat Kasi Promosi dan Kemitraan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung. Ia memandang ada taman di area depan kantornya yang sebelumnya kurang termanfaatkan.

"Saya waktu itu punya ide bagaimana kalau taman ini diubah jadi taman tematik terkait perhubungan," kata Eric kepada Beritabaik.id.

Singkat cerita, akhirnya taman itu dibangun dan tuntas pada akhir 2017. Secara resmi, Pacantells dibuka pada awal 2018 lalu. Setelah itu, kunjungan demi kunjungan terus berdatangan, terutama siswa tingkat PAUD, TK, dan SD.

Menariknya, untuk berkunjung ke taman ini enggak bisa sembarangan. Pengunjung harus datang secara rombongan dan melakukan reservasi lebih dulu. Hari kunjungannya hanya Rabu dan Kamis setiap pekannya.

Saat rombongan datang sesuai waktu yang ditentukan, mereka tidak akan langsung diizinkan masuk ke area taman. Rombongan akan diajak untuk berkeliling ke beberapa titik di Kantor Dishub Kabupaten Bandung.

Mereka diberi pemaparan menarik seputar lalu lintas, mengenal rambu, hingga diajak nonton video tentang keselamatan berlalulintas. Mereka lalu akan diajak ke ruang pengujian kendaraan. Sehingga, mereka bisa tahu seperti apa proses pengujian kendaraan dan seperti apa kendaraan yang laik jalan.

Di saat yang sama, para orang tua juga akan diberikan edukasi di tempat terpisah. Sehingga, bukan hanya anak yang diberi edukasi, tapi orangtuanya juga disasar.

Baca Ini Juga Yuk: Wah! Ada Pesawat F-5 Tiger di Taman Lalu Lintas Bandung

Setelah itu, anak-anak akan diajak melakukan hal seru seperti kegiatan mewarnai. Ada juga kegiatan tanya-jawab yang melibatkan anak dan orang tua. Sehingga, bisa saja orang tua malu saat anaknya bicara jujur mereka diantar ke sekolah menggunakan sepeda motor tanpa memakai helm. Tapi, bukan untuk mempermalukan, cara ini adalah untuk menggugah kesadaran berkendara.

Setelah itu, para siswa akan bermain di area taman. Tamannya sendiri cukup menarik. Selayaknya taman lalu lintas, dihadirkan suasana lalu lintas dalam bentuk mini. Berbagai rambu terpasang hingga ada sepeda dan mobil yang menggambarkan suasana berlalulintas pada umumnya.

Eric mengatakan, Pacantells hadir sebagai sarana untuk membentuk karakter anak-anak. Sehingga, di sana bukan hanya untuk menghadirkan keceriaan semata. Jauh di luar itu, ada misi besar yang dikejar. "Jadi, yang perlu digarisbawahi, taman ini bukan sekedar untuk bermain, tapi membangun karakter disiplin berlalulintas," tuturnya.

Lewat Pacantells, anak-anak diharapkan tertarik untuk datang dan belajar. Bahkan, agar bisa datang, pihak sekolah atau kelompok harus datang sendiri dan melakukan reservasi. Ini mengubah sistem jemput bola sosialisasi lalu lintas yang biasanya petugas Dishub mendatangi sasaran.

Cara ini diharapkan menggugah kesadaran publik. Sehingga, saat mereka merasa butuh diedukasi, mereka akan datang ke lokasi. Dengan datang sendiri, mereka menandakan butuh diedukasi. Sehingga, pengetahuan yang diberikan akan lebih efektif tertanam dalam benak mereka.

Cara itu juga diharapkan jadi sarana agar publik lebih dekat dengan Dishub. Sehingga, citra humanis dan dekat dengan masyarakat akan turut terbangun secara bersamaan.

"Alhamdulillah sudah banyak yang mengajukan untuk kunjungan ke sini. Sejak dibuka, sudah lebih dari 1.800 siswa datang. Rata-rata sekali kunjungan 50 orang. Dan pelayanan ini gratis," ungkap Eric.

Yang tak kalah menarik, Pacantells ini diakui sangat inovatif loh. Buktinya, Pacantells masuk dalam Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional. Ini sangat bergengsi karena Pacantells bisa bersaing dengan lebih dari 3.000 jenis inovasi dari seluruh Indonesia.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler