Saat Malik Moestaram Tampilkan Batik Manonjaya ke Eropa Timur

Bandung - Tahukah TemanBaik, kalau 2 Oktober 2019 ini perjalanan batik sebagai warisan kebudayaan dunia yang diakui Unesco, memasuki usia 10 tahun. Menandai keberhasilan itu,  enam perancang Indonesia membawa kejayaan kain tradisional itu hingga ke kawasan Eropa Timur.

Tepatnya pada pegelaran Bratislava Fashion Week di Slovakia pada akhir September, desainer asal Bandung Malik Moestaram dan kawan - kawan dapat kehormatan untuk menampilkan masterpiece-nya di hadapan masyarakat di sana. Bikin terharu, ternyata batik mendapatkan apresiasi yang luar biasa loh.

Malik bercerita, pada pada September lalu Bratislava Fashion Week sempat riuh saat keenam desainer Indonesia menampilkan koleksinya yang bernuansa batik dan kain Indonesia. Saat itu, Malik juga menyulap kearifan lokal dari Batik Manonjaya, Tasikmalaya menjadi terkesan eksotik, modern dan sangat sophisticated.

Engak cuma Malik, fashion show ini juga menuai decak kagum saat Rudy Chandra menampilankan karyanya dari batik parang khas pesisir Jawa, Nita Seno Adjie lewat tenun Sumba, Ariy Arka dengan Ulos khas Tapanuli, Erdan dengan batik tulis motif alam khas Aceh dan Ida Giriz membawa tapis Lampung. 

"Kali ini saya mengeksplorasi keindahan batik khas Manonjaya, Jawa Barat menjadi sebuah karya baru yang lebih modern tapi tak menghilangkan unsur etnik dan budaya di setiap motifnya," ujar Malik kepada BeritaBaik, Selasa (1/10/2019) di Bandung.

Ia mengisahkan, fashion show batik dan tenun di Bratislava menjadi kali pertama loh buat Indonesia. Enggak heran, misi ini disebutkannya sebagai diplomasi batik yang tujuannya mempeluas eksistensi batik di kancah internasional.

Selain panggung Bratislava, promosi batik ini juga diperluas hingga ke beberapa negara seperti Serbia dan Yunani. Menurut Malik, setiap detil batik dan tenun yang ditampilkan para perancang pun punya ciri khas tersendiri. Keunikan ini yang akhirnya bikin batik lebih indah saat dirancang menjadi sebuah busana.

"Batik Indonesia, khususnya Manonjaya memiliki sejarah panjang yang setiap motifnya punya cerita dan latar belakang. Motif yang dihasilkan juga mencerminkan banyak hal seperti akulturasi budaya. Ini yang akhirnya berpengaruh pada pola, teknik, dan kualitas pembuatan batik," ungkapnya.

Langkah batik melanglang di ranah internasional, enggak sampai di Eropa Timur. Ke depan, sederet event bergengsi pun siap menanti loh. Enggak terbatas buat para desainer ternama, pengenalan batik di mancanegara juga jadi tanggungjawab kaum muda, khususnya mereka yang punya antusias besar di dunia mode.

"Ekplorasi batik di Eropa Timur ini juga hasil kerjasama banyak pihak. Selain KBRI di sana, misi diplomasi batik ini juga dibawa dari Indonesia lewat kolaborasi perancang dengan Henz Production," pungkasnya. 

Foto dokumentasi Malik Moestaram
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler