Universitas Udayana Kembangkan Bibit Durian Kunyit

Tabanan - Tahu enggak TemanBaik di Bali ada varietas buah durian lokal yang sangat digemari penikmat durian di Bali, bahkan oleh wisatawan yang berkunjung, loh! Durian tersebut adalah durian kunyit. Varietas tanaman ini hanya tumbuh di daerah Pupuan, Tabanan, Bali.

Diberi nama Durian Kunyit oleh masyarakat karena warna daging buahnya yang kuning seperti warna kunyit. Kelebihan Durian Kunyit dibandingkan dengan varietas durian yang umum di Bali rasanya manis, gurih, lembut, dan baunya yang tidak menyengat seperti durian pada umumnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana, Ida Ayu Listia Dewi menyampaikan selama ini Durian Kunyit di kawasan tersebut keberadaannya langka, yakni hanya 15 pohon. Dari 15 pohon tersebut, sambung dia, yang produktif hanya 5 pohon.

"Masyarakat setempat mencoba untuk mengembangkan kembali dengan menanam biji Durian Kunyit, namun belum efektif dan semakin langka," ungkap Dewi. Hal inilah yang membuat ia dan timnya bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbang) Tabanan melakukan pembibitan tanaman Durian Kunyit melalui Program Pengembangan Unit Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) dari Kemenristekdikti.

Baca Ini Juga Yuk: Aplikasi Buatan ITB Permudah Petani Identifikasi Penyakit Tanaman

Pembibitan oleh Tim LPPM Unud ini dilakukan dengan aplikasi teknologi yang mampu menghasilkan tanaman hasil perbanyakan yang sama dengan induknya. "Program ini sejalan dengan pengembangan kawasan Agroteknopark di Pupuan dengan ikon Durian Kunyit," ujarnya.

Dewi menambahkan, untuk mewujudkan kawasan Agroteknopark ini dibutuhkan bibit Durian Kunyit dalam jumlah yang besar. Unit pembibitan ini juga dapat dijadikan sebagai wahana komersialisasi hasil penelitian kampus, serta mendukung program nasional penggalakan buah lokal dalam rangka menekan konsumsi produk impor khususnya pada produk buah-buahan.

Proses pembibitan program ini akan menghasilkan bibit dengan sifat yang sama persis seperti sifat induknya, karena itu dipergunakan teknik grafting. "Pengaplikasian teknik grafting dilakukan dengan memadukan keunggulan batang bawah dengan batang atas (entries). Batang bawah diambil dari pembenihan biji durian lokal dari daerah tersebut, sementara batang atas (entris) diambil dari pucuk pohon Durian Kunyit," papar Dewi.

Sementara itu Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan Ida Bagus Wiratmaja menilai program ini akan membantu Tabanan dalam mengembangkan produksi buah lokal sekaligus melestarikan flasma nuftah lokal. "Selain itu, program ini juga sangat mendukung program Pemda Tabanan dalam Pengembangan Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Sanda yang salah satunya adalah mengoleksi tanaman buah-buahan lokal Pupuan," ujarnya.


Foto: Ahmad Muzakky/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler