Sampah Pospak & Pembalut Bisa Jadi Media Tanam Loh! Ini Caranya

Semarang - Selama ini plastik selalu menjadi penyumbang sampah yang harus ditanggulangi. Padahal sebenarnya ada banyak jenis sampah yang juga lebih berbahaya dari sampah plastik yaitu popok sekali pakai (pospak) atau diapers dan pembalut wanita.

Yoyok yang merupakan Relawan Forum Komunikasi Relawan Lintas Komunitas Kabupaten Semarang menyampaikan lewat laman jatengprov.go.id, popok sekali pakai (pospak) dan pembalut wanita juga mesti diwaspadai. Terlebih, belakangan ini semakin banyak pengguna diapers, entah itu bayi sampai orang dewasa yang lanjut usia.

"Selain susah diurai, diapers dan pembalut mengandung senyawa kimia Super Absorbent Polymer (SAP) sebanyak 42 persen yang akan berubah bentuk menjadi gel saat terkena air. Apabila terurai dalam air, zat kimia ini dapat berbahaya bagi lingkungan. Senyawa ini dapat menyebabkan perubahan hormon pada ikan," jelasnya.

Yoyok mengakui untuk mengurangi penggunaan pospak dan pembalut wanita memang tidak mudah. Namun, menurutnya tak banyak orang yang mengerti jika sampah tersebut bisa diolah.

Untuk itu, ia dan para relawan terus berupaya mengedukasi masyarakat agar tak sekadar memakai pospak dan pembalut wanita, tapi juga dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih berguna dan bermanfaat.

"Gel yang ada di dalam diapers dan pembalut wanita dapat digunakan untuk menampung air yang disiramkan agar tanah tidak cepat mengering loh. Sehingga dapat mengurangi intensitas penyiraman, karena air akan tertampung oleh gel dan dialirkan secara perlahan," terangnya.

Gel tersebut juga bisa diolah menjadi pupuk cair dan media tanam. Caranya, dengan mencampur gel dari pospak atau pembalut dengan air kelapa dan EM4 (Effective Microorganism 4) dalam ember.

Selanjutnya, tutup ember dan simpan selama 15 hari. Setelah itu gel dapat dijadikan media tanam dan pupuk cair. Hasil fermentasi dari pospak dan pembalut wanita tidak berbau busuk tapi berbau asam.

"Tak ada sampah yang tak bisa diolah. Semua bisa, seburuk apapun sampah itu," tegasnya.

Yoyok mengimbau agar masyarakat tidak membuang diapers dan pembalut sembarangan apalagi di sungai, yang nantinya malah dapat mencemarkan air sungai dan biotanya.

Ia menyarankan agar kedua sampah itu tidak dibuang, tapi disimpan dan dikumpulkan di suatu wadah.

"Jika tidak sempat, sebelum dibuang ke tempat sampah, lapisan plastik pada diapers atau pembalut sebaiknya dipisahkan dari gelnya. Kemudian buang lapisan plastiknya di tempat sampah anorganik agar dapat diolah kembali," tuturnya.


Foto: jatengprov.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler