Bukan Bintik Merah, Waspadai Pertanda Utama Demam Berdarah Ini

Bandung - TemanBaik, sudah tahu kan gejala umum seseorang terjangkit demam berdarah dengue (DBD)? Yang paling banyak diketahui adalah adanya demam disertai bintik-bintik merah pada kulit. Tapi, saat ini DBD enggak melulu terlihat dari dua tanda itu sekaligus loh!

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Rosye Arosdiani Apip mengatakan bintik merah pada penderita DBD kini belum tentu terlihat di masa awal-awal terserang virus DBD. Tapi, panas atau demam tetap jadi ciri utama.

"Kalau demam berdarah itu dulu kan cirinya terdapar ruam merah, sekarang tidak. Saya melihat di lapangan jarang sekali sekarang muncul ruam merah di tahap awal," kata Ros, sapaan akrabnya.

Ruam atau bintik merah itu justru saat ini lebih banyak muncul saat pasien dalam terlambat ditangani secara medis. Jika itu sudah terjadi, upaya penyembuhan jauh lebih sulit. Bahkan, keterlambatan penanganan bisa berisiko mengakibatkan pasien meninggal loh!

Karena itu, TemanBaik harus lebih waspada ya. Apalagi dalam beberapa pekan ke depan kita akan mulai memasuki musim hujan. Risiko terjangkitnya DBD akan semakin besar.


Jika kamu atau anggota keluarga mengalami demam tinggi, sebaiknya langsung periksakan ke dokter atau pusat layanan kesehatan. Jangan tunggu demam dialami sampai tiga hari ya. Sebab, rata-rata orang baru diperiksa dokter setelah sakitnya tak sembuh dalam tiga hari.

Pemeriksaan pada hari pertama demam sangat disarankan. Sehingga, dokter bisa lebih mudah melakukan penanganan karena DBD yang dialami belum parah.

Jika dibiarkan lebih dulu, kamu bisa saja tertipu oleh gejala DBD. Sebab, biasanya demam yang dialami cukup tinggi pada tiga hari pertama. Setelah itu, biasanya suhu tubuh akan kembali turun. Hal ini mungkin akan membuat kamu berpikir demam yang dialami adalah demam biasa dan akhirnya mengurungkan diri ke dokter.

Tapi, di hari berikutnya demam bisa kembali terjadi dengan suhu tinggi, turun, dan naik lagi. Ini tanda bahwa DBD sudah mulai memasuki fase kritis. Hal ini bisa berujung kematian. Kondisi seperti ini yang biasanya jarang diketahui publik.

"Meski banyak fasilitas kesehatan di Kota Bandung, kalau tanpa kesadaran (memeriksakan demam sejak dini) itu enggak berpengaruh, artinya kematian (akibat DBD) selalu saja ada setiap tahun," ungkap Ros.

Sementara selain panas dan ruam merah, ada ciri lain seseorang terjangkitnya DBD, mulai dari badan lemas, nyeri di bagian belakang mata, serta tak nyamannya tubuh. Gejala ini biasanya dirasakan sejak awal terjangkitnya DBD.

DBD sendiri jelas sangat berbahaya. Di Kota Bandung misalnya, pada 2018 lalu terjadi 2.826 kasus. Sedangkan pada 2019 ini, tepatnya Januari hingga Agustus, sudah terjadi 2.247 kasus DBD. Dari jumlah itu, beberapa di antaranya meninggal dunia.

Jangan lupa, tahun ini masih ada September hingga Desember loh. Berdasarkan data, biasanya tingkat terjangkitnya DBD akan meningkat pesat pada Desember. Lebih waspada lagi ya TemanBaik.

Foto ilustrasi Unsplash.com

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler