Keren! SMKN Ini Punya Salon dan Kafe Sendiri Buat Praktik Belajar

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Jember punya konsep dan inovasi belajar yang menarik. Sejak akhir Agustus 2019 kemarin, sekolah yang berlamat di Jalan dr Soebandi No 31 Jember ini mempunyai salon dan kafe-resto sendiri. Yang mengelolanya adalah siswa-siswi SMKN langsung loh!

"Kehadiran salon dan kafe-resto ini merupakan wujud dari teaching factory, yakni konsep pembelajaran bagi murid-murid SMK dalam keadaan yang sesungguhnya. Dengan demikian, murid-murid yang mengambil jurusan Kecantikan Kulit dan Rambut nanti tidak kaget lagi saat harus terjun langsung di industri karena sudah terbiasa praktik selama masa studi di salon yang menjadi 'laboratorium' mereka di sekolah," jelas Kepala SMKN 3 Jember Agus Budiarto pada beritabaik.id

Program teaching factory merupakan salah satu cara SMK dalam menjawab tantangan industri. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesenjangan kompetensi antara pengetahuan yang diberikan oleh sekolah dan kebutuhan industri dapat diminimalisasi.

Keberadaan salon dan kafe-resto ini pun menjadikan SMKN 3 Jember sebagai SMK pertama di Jember yang memiliki teaching factory. "Kalau di beberapa sekolah lain mungkin juga sudah ada yang mulai merombak sedikit demi sedikit laboratorium yang dimiliki sesuai kompetensi. Namun hingga kini, belum ada yang benar-benar merombak total dari awal dan sesuai dengan standar industri seperti ini," papar Agus.

Namun belum semua jurusan dibuatkan teaching factory di SMKN 3 Jember. Dari sembilan kompetensi keahlian yang ada, baru dua jurusan yang memiliki teaching factory yakni Tata Kecantikan Kulit dan Rambut (KKR) dan Tata Boga (TBG). Sementara itu, tujuh lainnya yakni Perhotelan (PH), Usaha Perjalanan Wisata (UPW), Desain Fesyen (DF), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Multimedia (MM), dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) masih sebatas laboratorium standar.

Agus juga menambahkan bahwa standar industri yang ada di teaching factory SMKN 3 Jember bukan hanya sebatas SOP. Selain perlengkapan yang lengkap, struktur seperti manajer salon dan resto-kafe pun juga dijalankan.

Menariknya lagi, salon dan kafe-resto tersebut juga dibuka untuk masyarakat umum meski kini waktu beroperasinya masih mengikuti jam sekolah, yakni mulai pagi hingga sore. Harga yang ditawarkan untuk jasa dan produk pun terbilang cukup terjangkau.

Di salon misalnya, jasa layanannya mulai Rp 40 ribu hingga Rp 200 ribuan dengan layanan cukup lengkap mulai dari gunting rambut, sulam alis, hingga facial. Penghasilan yang didapat pun nantinya digunakan untuk terus memperbaiki standar dan kebutuhan teaching factory seperti penambahan alat-alat baru.

Agus mengatakan, masyarakat yang akan berkunjung ke teaching factory SMKN 3 Jember tak perlu khawatir. "Anak-anak yang bertugas untuk melayani semuanya di bawah supervisi. Mereka yang bertugas pun merupakan anak-anak yang telah lolos penilaian sehingga kompetensinya tak perlu diragukan. Selain itu, bahan dan alat yang kami gunakan juga berkualitas sesuai dengan standar industri. Bahkan, beberapa merek besar seperti Makarizo dan L'Oreal juga telah menjadi mitra kami," katanya.

Konsep teaching factory sebenarnya sudah ada sejak lama, tepatnya 2015. Namun, belum semua sekolah menerapkan program ini. Oleh karena itu, dibutuhkan peran kepala sekolah dan civitas academica yang kuat untuk mewujudkan sumber daya manusia SMK yang memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi kompetisi dunia industri melalui teaching factory.


Foto Shelly Salfatira/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler