Ibu Bekerja Bisa Lakukan 3 Cara Ini Buat Jaga Kesehatan Jiwa

Bandung - Setiap tahunnya 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day. TemanBaik sudah tahu belum nih?

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ini sudah diperingati sejak tahun 1992 silam. Tujuannya adalah sebagai bentuk kampanye kesehatan mental dan mendidik masyarakat akan isu-isu yang relevan dan terkait dengan kesehatan jiwa itu sendiri.

Nah, Asri Fitriasari, pendiri Komunitas Ibu Muda Indonesia (KIMI) berbagi tipsnya nih buat kamu yang merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang juga bekerja agar tetap sehat mentalnya. Apa saja sih? Yuk simak!

Kenali Pikiran yang Ada

Menurut Achi, biasa ia disapa, siapa saja bisa terkena stres, baik itu IRT biasa ataupun working mom alias IRT yang juga bekerja. Kunci agar mental tetap sehat sih cuma satu, jangan banyak pikiran.

"Saking banyaknya pikiran, terkadang kita jadi enggak tahu mana yang memang penting dan harus diselesaikan dan mana (pikiran) yang hanya dibuat-buat saja. Padahal sebenarnya IRT yang bekerja itu dia bisa lebih punya channeling untuk me-release stres-nya karena bisa keluar dari rumah, bertemu banyak orang, dibandingkan dengan yang hanya diam di rumah saja," jelasnya.

Baca Ini Juga Yuk: 4 Tips Merawat Diri untuk Kesehatan Mental dari Psikolog

Jalani Proses untuk Belajar Mengenali Diri

Achi menilai stres itu enggak hanya datang ke IRT atau IRT yang bekerja saja, tapi stres itu bisa menimpa siapa saja. Jadi, ia menyarankan agar TemanBaik bisa lebih mengendalikan pikiran kamu sendiri.

"Stres itu bisa terjadi karena pikiran kita kusut atau bercabang. Coba kendalikan pikiran kita, telaah lagi apa sebenarnya yang menjadi penyebab stres. Apakah sebenarnya kita tengah memiliki masalah dengan diri sendiri, dengan orang yang berada di rumah, rekan kerja, atasan atau dengan keluarga dari suami. Biasanya itu yang jadi trigger bagi IRT untuk gampang stres," paparnya.

Bagi Achi, kunci paling penting untuk menjadi waras adalah kita harus mengenal diri sendiri. Sebab, ketika kita kenal diri sendiri, kita jadi tahu bagaimana cara mencintai diri. Kita lebih bisa nendefinisikan kata 'cukup' untuk diri kita.

"Ketika kita serba cukup secara mental, kita akan lebih stabil dan kuat untuk menghadapi keluarga dan sekitarnya," tuturnya.

Cari Tenaga Profesional untuk Bantuan Lebih Lanjut

Jika sebagai individu merasa ada yang salah atau kurang nyaman, sebaiknya kita memang langsung mencari bantuan kepada yang lebih ahli. Kita bisa membuat appointment langsung dengan psikolog, mendatangi praktisi emotional healing, atau mendatangi guru agama yang cocok dengan kita. 

"Analoginya sih, kalau kita batuk atau enggak enak badan kita pasti datang ke dokter kan? Untuk fisik enggak bisa dilakukan pengobatan secara online. Idealnya agar sehat secara mental harus ada kegiatan atau usaha untuk mendatangi ahli yang lebih tahu akan masalah psikis kita seperti apa. Jangan self dianose atas kondisi hati, jiwa dan psikis," terang Achi.  



Foto: Dok. Pribadi Asri Fitriasari


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler