Ingin Terbebas dari Penyakit Mental? Lakukan 4 Cara Bijak Ini

Bandung - Permasalahan psikis, menjadi gerbang utama timbulnya berbagai penyakit fisik. Nah biar hidupmu lebih sehat dan bahagia, ikuti yuk, apa saja kunci jitu agar kita menjalani hidup lebih rileks dan enggak mudah tertekan.

Tim Psikiatri Rumah Sakit Jiwa Pemprov Jawa Barat, Nirna Julaeha bercerita, beberapa pemicu dari kasus Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) berawal dari stres pekerjaan, permasalahan keluarga hingga urusan percintaan.

Nah agar tubuh dan jiwa rilis alias terlepas dari tumpukan sampah mental, Nirna berbagi beberapa tips pentingnya nih bagaimana solusi terbaiknya. Enggak cuma teori nih, TemanBaik wajib mempraktikannya langsung ya di keseharian. Intip yuk!

1. Express Feelings
Dalam kondisi tertekan seperti sedih atau kecewa, kamu jangan pernah memendamnya sendiri. Cobalah untuk mengekspresikan perasaan itu dengan berbagai cara. Jika TemanBaik merasa tenang saat mengobrol dengan seseorang, pilih salah satu orang yang menurut kita paling memahami diri kita.

Tapi ingat ya, saring sebelum sharing, karena kesalahan curhat atau ngobrol dengan orang yang enggak tepat bisa menyebabkan mental kamu semakin tertekan dan tak berbuah solusi.

Tak hanya seseorang yang dipercayai, express feelings juga bisa dilakukan dengan upaya spiritual dan pendekatan intrapersona dengan sang pencipta. Jangan sesekali menumpahkan kekesalan atau permasalahan lewat media sosial ya. Terkadang terlalu banyak masukan dan pendapat juga cuma bikin kamu pusing untuk menegaskan sikap.

2. Cari Support System
Permasalahan ODMK memang dipengaruhi oleh banyak faktor. Bisa sosial, spiritual hingga ekonomi. Nah untuk membangkitkan kembali semangat dan jiwa yang sehat, yuk kita mulai memperkuatnya lewat support system.

Saat jiwa kita bermasalah, jangan pernah menenggelamkannya sendiri ya. Alangkah baiknya kamu mencari dukungan dari orang-orang yang benar-benar tulus dan mencintai kita dan mereka bisa memberikanmu energi positif. Support system untuk ODMK bisa diperkuat dari lingkup orang terdekat seperti orangtua, anak, suami atau istri hingga sahabat terdekat.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Bedanya Orang dengan Gangguan Jiwa dan Masalah Kejiwaan

3. Jangan Melebihi Kemampuan
Dalam beberapa kasus, tekanan kejiwaan muncul karena paksaan dari diri sendiri. Sifat-sifat ambisius atau perfeksionis juga kerap membuat kita melakukan banyak hal yang melebihi kemampuan fisik dan mental.

Jadi mulai sekarang, jangan mengerjakan sesuatu saat kita lelah, marah atau tertekan ya. Misalnya saat terhimpit deadline pekerjaan, yuk coba kerjakan di saat suasana hatimu lagi riang dan ringan.

Kalau lelah, cobalah mencari obyek menyenangkan yang bikin pikiranmu lebih tenang. Kalau perlu istirahat, kamu boleh loh menunda pekerjaanmu beberapa saat sampai fisik dan psikismu rileks.

Tapi konsisten ya, kamu harus mendisiplinkan diri agar semua tugas dan kewajibanmu tetap dikerjakan saat tubuh dan pikiran ringan dan siap mengerjakannya sampai rampung dan sempurna.

4. Refreshing
Banyak hal seru yang bisa dilakukan untuk menghilangkan stres dan depresi. Salah satunya dengan refreshing. Kamu bisa mengambil cuti beberapa saat untuk pergi ke suatu tempat yang menurut TemanBaik menyenangkan.

Bertemanlah dengan orang-orang yang bisa menghadiahkanmu inspirasimu baik. Bila perlu rencanakan liburan bareng atau pelesir simpel dengan sosok-sosok menyenangkan itu dan berusahalah berpikir simpel dan mudah agar kamu mudah ketawa dan bisa lebih mensyukuri hidup.


Foto: Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler