Unik! Mahasiswa Unpad Bikin Produk Kriya Berbentuk Tahu Sumedang

Bandung - Mahasiswa magister Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Iqbal Syaefulloh berupaya mengangkat popularitas penganan lokal Jawa Barat lewat produk kriya. Melalui bisnis rintisan bernama 'Bul Creative Art', Iqbal membuat produk andalan berupa gantungan kunci replika tahu Sumedang.

Bisnis 'Bul Creative Art' sendiri merupakan usaha rintisan Iqbal yang didirikan sejak akhir 2017 lalu. Kata 'Bul' berasal dari kata 'ngibul' di mana produk yang dibuat dapat menipu atau mengecoh orang karena dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

Melalui usaha rintisannya ini, Iqbal berhasil menjadi salah satu dari 20 finalis Blibli Big Start Season 4 akhir September 2019 lalu. Iqbal mengikuti kompetisi tersebut pada kategori Kriya.

"Kita ingin menguasai dulu makanan-makanan khas di Sumedang, setelah itu baru ke yang lain. Sebenarnya pasarnya juga memang khusus untuk itu, untuk makanan," ungkap Iqbal di laman unpad.ac.id.

Sebelumnya, Iqbal telah membuat berbagai replika produk kuliner. Kemudian, ia mulai memfokuskan bisnisnya pada pangan lokal karena ingin mengangkat kebudayaan Jawa Barat, khususnya Sumedang sebagai daerah asalnya.

Iqbal membuat replika makanan dengan bahan dasar resin. Produk pun dibuat semirip mungkin dengan aslinya, seperti bentuk, ukuran, dan warna. "Saya di sini berpikir sebenarnya resin ini bisa juga dipakai untuk bahan kriya. Makanya saya coba di food replica ini," ujar Iqbal.

Tidak asal membuat replika, Iqbal terlebih dahulu melakukan riset ke sejumlah toko tahu terkenal di Sumedang untuk mendapatkan detail yang semirip mungkin. Ada lima variasi tahu sumedang yang dibuat replikanya oleh Iqbal. "Ukurannya pun disesuaikan dengan yang ada di Sumedang," ujar pria asli Sumedang ini.

Iqbal mengungkapkan, saat ini masih minim produk kriya berbahan dasar resin. Di sisi lain, karena berwujud cair, resin sangat fleksibel sehingga mudah meniru rupa produk yang diinginkan. Hal itulah yang menjadikan Iqbal mantap menjalani bisnis ini.

Saat ini, gantungan kunci kreasinya sudah dijual di sejumlah toko oleh-oleh yang berlokasi di Sumedang dan Garut. Selain itu, gantungan kunci tahu juga sudah dijual secara online.

Iqbal berharap replika tahu buatannya dapat menjadi suvenir khas Sumedang. Selain gantungan kunci yang telah dijual secara umum, Iqbal juga membuat replika tahu Sumedang lengkap dengan replika lontong, cabai rawit, dan sambal yang tersusun rapi di atas piring rotan. Produk ini pun sudah mendapat apresiasi dari pemerintah setempat.

Ke depannya, Iqbal berkomitmen ingin mengangkat berbagai panganan lokal lain melalui produk kriya buatannya. Dalam waktu dekat, ia pun akan memproduksi sejumlah penganan lokal lainnya, di antaranya ubi cilembu, peuyeum, dan sawo sukatali.

Lewat karya kriyanya ini, Iqbal ingin bercerita budaya-budaya yang ada di Indonesia. "Saya ingin bercerita budaya melalui kriya," ujar Iqbal.

Foto: unpad.ac.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler