Tele Apik Jateng Raih Penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik

Jakarta - Tele Apik Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Kategori Provinsi. Penghargaan itu diserahkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Istana Wapres Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Tele Apik sendiri merupakan singkatan dari TEyeng ndeLeng Antrean Pendaftaran lan poliklinIK. Tele Apik adalah Inovasi Jamin Dokter Datang Tepat Waktu yang merupakan pengembangan layanan dalam jaringan (daring) yang sebelumnya pernah ada.

"Dahulu sebelum dikembangkan, layanan ini hanya pendaftaran online, sekarang ditambahkan fitur janji ketemu dengan dokter dan rekam medis," ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pronowo di laman resmi Jawa Tengah, jatengprov.go.id

Menurut Ganjar, perbaikan layanan dokter spesialis yang diusung oleh Tele Apik dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Dengan inovasi ini, para lansia, pasien dengan jarak tempuh jauh, pasien kronis dan pasien dengan waktu sempit sudah bisa mendapatkan kepastian waktu layanan.

"Dengan Tele Apik sekarang masyarakat yang mau berobat bisa memastikan kehadiran dan jadwal praktik dokter. Pasien bisa langsung mendaftar dan juga memilih dokter dalam layanan ini," jelas Ganjar.

Lahirnya inovasi Tele Apik tidak hanya ditujukan sebagai solusi permasalahan dan komitmen dokter spesialis di RSUD Margono Soekarjo untuk memulai layanan tepat waktu, inovasi ini juga dirasa mampu menjawab tantangan lain yang dihadapi manajemen rumah sakit daerah maupun pasien.

Salah satunya, seperti masih terpisahnya sistem layanan antrean dengan rekam medik elektronik. Dan lamanya waktu tunggu pemeriksaan pasien di poliklinik yang menyebabkan penumpukan jumlah pasien di ruang tunggu poliklinik, hingga rendahnya citra layanan RS pemerintah.

Dampak positif dari lahirnya Tele Apik tidak hanya dirasakan manajemen rumah sakit, tetapi juga Pemprov Jawa Tengah. Dengan berjalannya inovasi ini, manajemen rumah sakit mendapatkan efisiensi waktu layanan serta adanya jaminan akuntabilitas pelayanan, baik yang dilakukan oleh petugas medis, petugas nonmedis, dan sumber daya lain di rumah sakit.

Pemprov Jawa Tengah sebagai pemilik rumah sakit daerah, diuntungkan dengan perbaikan citra rumah sakit daerah yang lebih baik. "Secara keseluruhan, inovasi ini adalah jembatan penghubung terjalinnya kolaborasi antara dokter, manajemen rumah sakit, pasien, dan pemerintah," imbuhnya.

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto mengembangkan pelayanan berbasis online untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan. Setelah meluncurkan pelayanan pendaftaran online melalui aplikasi berbasis Android, RSUD Margono melengkapi aplikasi tersebut dengan kemudahan lainnya.

Baca Ini Juga Yuk: Trik Ganjar Pranowo Bikin Jateng Terbaik di Gerakan Antikorupsi

Sebelumnya, manajemen menemukan permasalahan di antaranya, komitmen dokter spesialis untuk datang tepat waktu pada pukul 08.00 yang rendah, tingginya keluhan pasien rawat jalan, serta pasien kronis dengan jarak tempuh lebih dari 60 kilometer. Kemudian, lamanya waktu tunggu pemeriksaan pasien hingga lebih dari dua jam, serta, antara sistem layanan antrean dan rekam medik elektronik yang masih terpisah.

Melalui program Tele Apik atau Teyeng Ndeleng (dapat melihat) Antrean Pendaftaran dan Poliklinik, masyarakat yang telah mendaftar secara online untuk berobat di poliklinik RSUD Margono Soekarjo bisa memperkirakan jam berapa pasien tersebut akan mendapat pelayanan.

Plt Direktur RSMS Yunita Dyah Suminar menuturkan, lama waktu tunggu pelayanan dokter menjadi permasalahan hampir di seluruh rumah sakit, khususnya rumah sakit milik pemerintah. Sebab, pasien harus menunggu berjam-jam untuk berkonsultasi atau mendapatkan pelayanan dokter.

"Melalui program ini, masyarakat yang telah mendaftar secara online untuk berobat di poliklinik RSUD Margono Soekarjo bisa memperkirakan jam berapa pasien tersebut akan mendapat pelayanan. Sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama di RS, tanpa merasa khawatir nomor panggilannya terlewati," kata Yunita.

Program yang bisa diakses melalui situs rsmargono.jatengprov.go.id/tele_apik maupun aplikasi 'RSMS Online' di Android ini, diberikan mengingat jumlah pasien rawat jalan yang cukup banyak. "Dalam sehari, ada sekitar 900-1.000 pasien yang datang melakukan rawat jalan di RS Margono. Mereka melakukan pemeriksaan di 19 klinik," tambahnya.

Pasien yang datang untuk memeriksakan diri di klinik RS Margono berasal dari beragam daerah, antara lain Banyumas sendiri, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Tegal, Brebes, dan Pemalang. Bahkan ada yang berasal dari Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar Patroman. Sehingga dengan apilkasi tersebut, pasien yang datang dari jauh juga bisa memperkirakan jam berapa harus sampai ke RS.

Foto: jatengprov.go.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler