Keren! Peneliti Muda SMAN 3 Denpasar Raih Medali Perak di Macao

Kota Denpasar - Tim Peneliti Muda dari SMAN 3 Denpasar berhasil meraih medali perak dalam kompetisi penelitian Macao International Invention and Innovation Expo (MIIIE) 2019. MIIIE 2019 diikuti oleh 326 tim peserta yang berasal dari 12 negara lainnya dan berlangsung 10-14 Oktober 2019 lalu di The Venetian, Macao.

Di ajang kompetisi MIIIE 2019, mereka tergabung dalam tim INNOPA (Indonesian Invention and Innovation Promotion Asociation) yang terdiri dari tiga tim, yaitu SMAN 3 Denpasar, Universitas Diponegoro dan Universitas Riau. Tim peneliti SMAN 3 Denpasar terdiri dari 6 siswa-siswi Ekstrakurikuler Madyapadma.

Mereka adalah I Nyoman Nova Aditya, Ni Komang Kartika, Ni Made Yani Savitri Devi, Ni Putu Diva Iswarani, Dewa Ayu Kanianita Sanjaya, dan Yadnya Cakra Cyntia Dewi. Mereka berhasil meraih medali perak berkat penelitian berjudul 'Pemanfaatan Sampah Label dan Cangkang Keong Mas (Pomacea Canaliculata) sebagai Komposit'.

"Onyang adalah produk yang dapat digunakan sesuai arti dari nama produk ini, yaitu 'Segalanya', Onyang dibuat dari sampah label plastik yang masih belum dimanfaatkan serta cangkang keong mas yang menjadi hama padi," papar Nova saat dihubungi BeritaBaik, Rabu (15/10/2019).

Nova melanjutkan, Onyang merupakan komposit yang dapat digunakan sebagai pengganti berbagai material pembuat bangunan seperti dinding bangunan, plafon, lantai dan sebagainya. "Onyang bisa dijadikan keramik dinding yang bercita rasa seni," lanjutnya.

Baca Ini Juga Yuk: Aplikasi OkeSayur Mahasiswa UGM Raih Medali Emas di YTECH 2019

Ia menceritakan penelitian ini dilakukan selama empat bulan bersama timnya. "Penelitian dimulai dengan studi pustaka untuk mengumpulkan data, mengumpulkan bahan-bahan untuk dijadikan produk, kemudian mengujinya, dan terakhir memproduksi ulang menjadi prototype," katanya.

"Saat mengumpulkan bahan-bahan, kami harus mencari sampah label plastik keluar sekolah. Selain itu, alat kompres yang kami gunakan di sekolah tergolong kecil, sehingga untuk membuat komposit yang besar memerlukan waktu lebih lama," kenang Nova.

Produk yang dibuat timnya terlebih dulu diujicoba dengan indikator uji daya lentur, uji daya serap air, uji pengembangan tebal, dan uji tahan panas. "Waktu ujicoba, syukur tidak ada yang gagal. Tapi, sempat ada kendala karena kami belum memiliki gambaran matang dari produk hasil penelitiannya. Namun, seiring berjalannya waktu, kami tambah percaya diri," turur Nova.

Nova menyebutkan, kompetisi MIIIE 2019 merupakan lomba penelian tingkat internasional ketiga yang diikutinya. Begitu juga teman-temannya dalam tim, yang rata-rata sudah pernah ikut lomba tingkat internasional. Saat lomba, ia dan timnya memasang poster, menyiapkan display dan mempresentasikan produk kepada pengunjung stand dan dua juri yang menilai.


Foto: dokumentasi SMAN 3 Denpasar

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler