Pemkot Surabaya Hadirkan Beragam Fasilitas Belajar Anak

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya rupanya mempunyai banyak program nih yang bertujuan untuk mendampingi dan menjaga anak-anak. Bahkan, mereka menyediakan pula berbagai fasilitas pendukung agar anak-anak mendapat kegiatan positif, baik di dalam maupun di luar sekolah.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, bahwa pendidikan tidak hanya akan fokus pada area sekolah, tetapi yang paling penting bagaimana menyediakan lingkungan yang sehat dan memungkinkan bagi siswa.

"Tujuannya agar mereka bisa terus belajar di luar sekolah dan menjadikan mereka pembelajar seumur hidup," kata Risma yang dilansir dari laman humas.surabaya.go.id.

Nah, untuk mendukung langkah tersebut, Risma membangun berbagai fasilitas seperti, Rumah Bahasa, Rumah Matematika, Broadband Learning Center (BLC), serta ruang kerja bersama Koridor yang tidak hanya digunakan untuk startup saja, tapi juga bagi siswa untuk akses materi pembelajaran online secara gratis.

"Untuk di ruang publik, lebih dari 1.900 tempat Wi-Fi gratis tersedia untuk menyediakan akses internet yang sehat untuk semua orang," terangnya.

Baca Ini Juga Yuk: Mantap! Surabaya Bangun 66 Taman Bacaan Buat Warganya

Risma mengungkapkan, pendidikan yang baik harus didukung dengan kondisi kesehatan yang baik pula. Karena itu, pihaknya juga mendirikan pos-pos kesehatan di tingkat lingkungan untuk balita maupun remaja. Bahkan, Pemkot Surabaya juga memiliki program Pendidikan Kampung atau lingkungan.

"Dalam program ini, semua lingkungan di kota harus menunjukkan dukungan kepada anak-anak usia sekolah untuk belajar dan membantu mengurangi potensi kenakalan remaja," terangnya.

Kepala Dispendik Kota Surabaya Ikhsan menjelaskan jika dalam beberapa tahun ini pihaknya mempunyai program guru bimbingan konseling (BK) di sekolah yakni Sahabat Siswa. Konsepnya, guru BK tidak menunggu anak datang untuk menceritakan masalah yang dihadapi, namun guru BK mendekati anak tersebut terlebih dahulu untuk melakukan pendekatan. Dengan demikian, anak tersebut bisa lebih terbuka.

"Guru BK ini tidak sendiri, karena kami juga menyiapkan tim tingkat kota untuk memberi pendampingan. Seperti dari Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (APSI), lembaga swadaya masyarakat yang konsen dengan persoalan anak, psikolog jalanan, dan lain sebagainya," tutur Ikhsan.


Foto: humas.surabaya.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler