Pesan Vlogger Bhabin Herman Buat Ibu-ibu Pengguna Medsos

Magelang - Bripka Herman Hadi Basuki yang kini dikenal sebagai vlogger dengan nama tenar Bhabin Herman mengisi acara Festival Media Komunitas di Balkondes Borobudur Magelang. Dalam acara itu, Herman sempat mengedukasi para pengguna media sosial termasuk ibu-ibu. Apa isinya?

Herman yang bertugas di Polres Purworejo ini nge-vlog bersama epala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Riena Retnaningrum pada pembukaan festival ini.

Ia meminta agar para orang tua senantiasa mengawasi anak-anaknya dalam bermedia sosial. Termasuk juga untuk tidak cepat menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Misalnya sesama ibu-ibu arisan nanti ada yang ngomong gini di grup, dan segala macem, akan bisa menimbulkan konflik. Masyarakat sekarang itu harus hati-hati. Saring dulu sebelum sharing ya," katanya.

Acara ini memang membahas perlunya perlindungan jejak digital, terutama pada perempuan dan anak. Perlu diperhatikan untuk menghindari mengunggah konten pornografi, kekerasan, pelecehan, maupun tampilan tak baik dan tidak sopan pada perempuan dan anak.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Riena Retnaningrum menambahkan, di era digital, penggunaan media sosial tak terelakkan. Hampir semua kalangan dari berbagai usia menggunakannya.

"Apalagi, beberapa waktu lalu Tol Langit (Palapa Ring) baru saja diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo," beber Riena dilansir dari laman jatengprov.go.id.

Melihat kondisi tersebut, kata Riena, perlindungan kepada perempuan dan anak, termasuk dalam bermedia sosial, mutlak diperlukan. Pihaknya bersama rekan media juga terus menyosialisasikannya kepada seluruh masyarakat, agar tetap memberikan perlindungan pada perempuan dan anak.

"Tujuannya adalah memberi pemahaman bukan hanya kepada rekan media, tapi kepada seluruh masyarakat perlunya perlindungan anak dan perempuan di dunia maya. Identitas mereka, kemudian perlindungan mereka dan sebagainya. Apalagi jejak digital kan tidak bisa dihapus. Itu yg perlu dipahamkan bagi kami-kami semua," jelasnya.


Foto: jatengprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler