Waspada! Kecanduan Gawai Bisa Bikin Anak Terlambat Bicara

Bandung - Di usia satu hingga dua tahun, anak biasanya sudah bisa melakukan berbagai hal. Salah satunya, mereka akan mulai bawel karena sedang tahap belajar bicara. Tapi, tumbuh kembang si kecil bisa terganggu loh jika mereka kecanduan gawai. Terlambat kemampuan berbicara bisa jadi indikator si kecil mulai merasakan dampak negatif gawai.

Itu karena si kecil biasanya akan anteng jika diberikan gawai. Akibatnya, mereka jarang berkomunikasi yang berujung terlambatnya perkembangan dalam berbicara. Kondisi itu akan lebih parah jika orang tua jarang mengajak anak berbicara sejak masih bayi.

"Kenapa ada anak umur dua tahun belum bisa bicara? Ini karena anak dibiarkan lama 'berbicara' (memainkan) gawai, anak cenderung dibiarkan tidak berkomunikasi," ujar psikolog klinis Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung Dwi Edriyanti dalam Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (22/10/2019).

Idealnya, anak usia dua tahun sudah bisa menguasai lebih dari 1.000 kosakata. Sehingga, wajar jika anak di umur sekian bisa dikatakan bawel meski kadang kata yang diucapkan tak jelas.

Baca Ini Juga Yuk: Alasan Jangan Marah Dulu Kalau Anak Nonton TV dari Jarak Dekat

Sebaliknya, jika di umur dua tahun justru si anak cenderung pendiam, tak banyak bicara, dan hanya menguasai sedikit kosakata, sebagai orang tua, kamu harus waspada. Segera konsultasikan pada dokter atau ahli kejiwaan.

Karena itu, sangat penting menjaga agar si kecil tidak kecanduan gawai. Tapi, faktanya, banyak orang tua yang sudah memperkenalkan gawai kepada anak sejak masih bayi. Itu karena mereka ingin sang anak anteng, tidak mengganggu, atau beragam alasan lainnya.

Padahal, mengakrabkan si kecil dengan gawai sejak masih bayi justru tanpa disadari akan membuat pertumbuhan anak terhambat. Orang tua biasanya baru akan menyesal setelah anak kecanduan gawai dan terpapar dampak negatifnya. Usaha untuk melepaskan ketergantungan gawai pun akan lebih sulit dibanding mencegahnya.

Selain menghindarikan anak dari gawai, sering-seringlah mengajak si kecil berbicara. Sebab, seringnya berkomunikasi akan membuat kemampuan berbicara si anak berkembang.

Sementara selain telat berbicara, kecanduan gawai juga memiliki dampak lain. Anak cenderung agresif, pemarah, tak suka dilarang, suka memukul, menggulingkan badan, hingga kehilangan semangat belajar. Anak juga cenderung kesulitan bersosialisasi dengan orang lain.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler