Dua Jurnalis Indonesia Bakal Isi Program di UWRF 2019

Ubud - Maraknya hoaks yang bertebaran di platform media sosial mendapatkan perhatian khusus di gelaran Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2019. UWRF menggelar sebuah program yakni 'Weapons Of Mass Distortion' yang secara khusus akan mengupas hoaks, Jumat (25/10/2019) besok di Taman Baca, Ubud, Bali.

Andreas Harsono, Peneliti Human Rights Watch yang menjadi salah satu pembicara dalam program ini hadir dalam Press Call, Rabu (23/10/2019) menyampaikan pengantar terkait program ini.

"Di era sekarang ada jurnalis muda, bloggers. Ada orang-orang yang tetap menulis, ada orang yang ingin meneliti, ada juga orang yang percaya bahwa esensi jurnalisme ada pada verifikasi. Tak hanya menulis semuanya, tapi juga memverifikasi. Kalau kita berpegang pada verifikasi ini, maka postingan apapun, maka kita bisa terhindar dari hoaks,” ujar Andreas yang pernah menjadi jurnalis di sejumlah media internasional.

Pembicara lainnya, Famega Syafira Putri, jurnalis Indonesia untuk BBC Indonesia pada kesempatan ini mengisahkan buku karyanya yang berjudul 'Kelana: Perjalanan Darat dari Asia ke Afrika'. Buku ini merupakan cerita perjalanan solonya dari Indonesia menuju Afrika di tahun 2017 silam.

Perjalanan Famega ini menjadi banyak cerita karena perjalanan ia tempuh tidak melalui jalur udara, melainkan jalur darat dan laut yang melewati 18 negara dan 44 kota. “Itu merupakan perjalanan panjang yang melewati kota dan negara yang berbeda-beda. Selama itu saya melihat semua perubahan, perubahan iklim, orang yang berbeda dari setiap negara," ucapnya.

Meski orang-orang yang ia temui dalam perjalanan tersebut berbeda budaya dan kepercayaan, ia meyakini ada juga persamaan. "Semua orang itu memiliki kebaikan dalam kemanusiaan. Ke manapun saya pergi, bagi saya seorang jurnalis, membuktikan kepada saya bahwa masih ada harapan kebaikan pada manusia,” kenang Famega. 

Berdasarkan pengalaman tersebut Famega juga akan mengisi salah satu program workshop UWRF 2019, yakni 'Mengabadikan Kisah Kelana' di Menzel, Ubud, Bali. Workshop ini akan membahas apa yang dibutuhkan oleh seorang travel writer seperti Famega untuk menghasilkan cerita perjalanan yang tidak hanya sekadar memaparkan informasi, tetapi juga menyentuh hati dan menjadi sumber inspirasi.

Selain Andreas Harsono dan Famega Syafira Putri, turut hadir dalam Press Call ini Novuyo Tshuma; penulis fiksi sejarah asal Zimbabwe dengan bukunya berjudul 'House of Stone'. Hadir juga pada kesempatan ini Ketut Suardana, Pendiri Yayasan Mudra Swari Saraswati dan Janet DeNeefe, Pendiri dan Direktur UWRF.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler