Dosen ITB Ciptakan Algoritma Kuantum Matriks Hadamard

Bandung - Guru Besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI-ITB), Prof. Andriyan Suksmono berhasil menciptakan algoritma kuantum yang dapat mencari matriks Hadamard. TemanBaik sudah tahu belum apa itu matriks Hadamard?

Lewat laman resmi itb.ac.id Andriyan menjelaskan matriks hadamard adalah suatu matriks ortogonal dengan elemen -1 dan +1. Matriks ini ditemukan oleh J.J. Sylvester yang selanjutnya dikembangkan oleh J. Hadamard dari Perancis. Perihal menemukan satu matriks hadamard di antara seluruh matriks biner yang ada, dapat dikategorikan sebagai hard problem.

"Matriks Hadamard biasanya dipakai dalam berbagai aplikasi, antara lain untuk kode pengoreksi kesalahan (ECC-Error Correcting Code) atau kode penebar dalam sistem komunikasi CDMA (Code Division Multiple Access). Sebagai ECC, kode Hadamard dimanfaatkan dalam pengiriman citra planet Mars oleh wahana antariksa Mariner 9. Dalam sistem CDMA, sifat ortogonal dari matriks ini dimanfaatkan agar sinyal antar pengguna sistem tidak saling mengganggu," jelasnya.

Lebih lanjut, Andriyan menerangkan bahwa secara prinsip suatu matriks Hadamard dapat dicari dengan mencoba semua kombinasi -1 dan 1 pada semua elemen, lalu memeriksa ortogonalitas dari matriks tersebut. Namun langkah yang diperlukan akan menjadi sangat panjang sehingga waktu eksekusinya bisa sangat lama.

"Untuk menemukan satu matriks berukuran MxM, diperlukan langkah perhitungan sebanyak 2^(MxM) sehingga masuk kategori hard problem. Komputasi kuantum dapat mengatasi hal ini karena memiliki kemampuan merepresentasikan elemen -1 dan 1 (atau 0 dan 1) sekaligus sebagai superposisi," tuturnya.

Menurutnya, metode yang diajukan ini dapat menemukan matriks Hadamard sebarang ukuran dengan pola 4kx4k, jika conjecture Hadamard benar dan komputer kuantum yang dipakai memiliki jumlah qubit yang cukup.

Saat ini, komputer kuantum yang ada baru berhasil merealisasikan algoritma pencarian matriks Hadamard 2x2 dan 4x4.

"Dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi komputer kuantum, kemampuan dan jumlah qubits yang dibuat juga semakin meningkat. Diharapkan algoritma ini kelak dapat dipakai sebagai alat benchmarking komputer kuantum," jelasnya.

Foto: itb.ac.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler