Alasan Harus Memilah Sebelum Serahkan ke Bank Sampah

Bandung - Berdasarkan data dari DLHK Kota Bandung, setiap harinya Kota Bandung menghasilkan sampah sebesar 1.500 ton. Angka ini sama dengan luas lapangan sepak bola loh. Selain itu, ada 1,3 miliar ton makanan yang terbuang setiap harinya. Wah banyak banget ya!

Melihat jumlah sampah yang besar tersebut, ada nih sebuah solusi untuk kamu bantu menyelamatkan bumi dari sampah. Caranya dengan menyetorkan sampah di rumah ke bank sampah.

Di perbatasan Kota dan Kabupaten Bandung tepatnya di Desa Cilalareun terdapat bank sampah bernama Plastavfall Bank. Adora Beata Bethari, salah seorang pendiri dari Plastavfall mengatakan kalau masalah yang kita hadapi saat ini adalah kurangnya edukasi soal sampah.

"Kurangnya edukasi masyarakat soal masalah sampah, seperti styrofoam, bekas makan lainnya yang jarang mendapatkan perhatian," jelas perempuan yang akrab disapa Bea ini dalam acara 'Minim Sampah dari Rumah' di Lo.Ka.Si Bandung, pada Selasa (29/10/2019).

Bea menjelaskan kalau sebelum menyerahkan sampah ke bank sampah dan mendaur ulang, kita harus melakukan pemilahan terlebih dahulu. Sebab tidak semuanya bisa diterima oleh bank sampah. "Kalau kita ngomongin soal daur ulang, daur ulang itu berhasil kalau memilah sampahnya benar," papar Bea yang sejak tahun 2014 sudah melakukan riset soal sampah.

Sampah sendiri memiliki jenis yang beragam loh TemanBaik. Bea menambahkan kalau sampah ada 70 jenis. "Plastik, alumunium dan lain-lain saja terbagi-bagi, jadi bisa bayangkan 70 jenis sampahnya itu banyak banget," jelas perempuan lulusan Sastra Inggris Unikom Bandung ini.

Kenapa sih kita harus memilah sampah? Soalnya memilah sampah itu dapat membantu para pendaur ulang. "Memilah sampah itu penting dan benar-benar membantu para pendaur ulang untuk cepat melakukan proses daur ulang. Karena cost memilah sampah itu mahal," ungkapnya.

Ada yang berbeda dengan Plastavfall Bank dibandingkan dengan bank sampah lain. Bank sampah dari Plastavfall Bank memberikan pertukaran tergantung orangnya, misalnya nasabah yang kasih sampah, pihak Plastavfall tukar voucher dari Keranjang Segar atau barang dari Backyard, tapi kalau masyarakat tertentu, seperti menengah ke bawah mereka ganti dengan uang.

Backyard sendiri adalah toko produk ramah lingkungan penunjang minim sampah dari Plastavfall. Produk-produknya antara laini mesh bag, lakban kertas, lerak, sabun, tas jaring, cotton bud bamboo dan lainnya. Enggak hanya sekadar toko, Backyard juga mengedukasi soal minim sampah agar masyarakat mau melakukan pengurangan sampah bersama.  

Tapi enggak harus kasih ke Plastavfall Bank kok, kamu juga bisa jadi nasabah bank di kecamatan yang ada di sekitar kamu. "Bank sampah itu banyak, di kecamatan itu ada bank sampah. Karena itu adalah program Kang Pisman. Harus mereka terima, itu merupakan program dari pusat," tutur Bea.

Proses Daur Ulang Sampah Plastik
Bea juga menjelaskan kalau Pada dasarnya semua daur ulang jenis plastik akan jadi biji plastik, caranya dengan memilah, mencacah dan dihancurkan. "Daur ulang gelas plastik dengan memilah, mencacah dan dihancurkan oleh mesin biji plastik. Karena tidak mungkin dari gelas plastik langsung dimasukin ke mesin dan jadi biji plastik," papar Bea.

Proses pengolahannya juga bermacam-macam, ada yang mesinnya pakai air dan ada yang kering. "Tapi kalau yang tanpa air, atau kering akan mengeluarkan suara yang lebih berisik berbeda dengan pakai air. Dibantu air akan tidak terlalu berisik dan lebih cepat jadi enggak buang-buang waktu dan tenaga," ujarnya.

Bea menuturkan permasalahan saat ini adalah jenis sampah yang beragam. Karena jenis sampahnya saja ada banyak, diperlukan banyak mesin yang berbeda-beda untuk melakukan daur ulang. Sehingga memerlukan sangat banyak biaya, waktu dan tenaga.

"Ini saja saya baru bisa mendaur ulang sampah plastik gelas, plastik saja jenisnya banyak, belum kertas, dan lainnya yang ada 70 jenis," terangnya.

Dan yang paling penting nih TemanBaik, kamu bisa mulai memilah sampah di rumah dari sekarang ya. "PR kita tuh banyak banget soal sampah, mulai dari buang sampah sembarangan dan produksi sampah yang banyak. Jadi kalau tidak mengurangi minimal kita membuang sampah ke tempatnya dan memilahnya," pesannya.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler