140 Seniman Unjuk Karya di Pameran 'LARAS' Banyuwangi

Banyuwangi - Ada acara seni nih yang digelar di Banyuwangi. Selama satu pekan, Banyuwangi menghadirkan pameran seni lukis, fotografi dan seni patung dan menghadirkan ratusan karya seniman Banyuwangi dan seniman nasional lainnya.

Pameran bertajuk 'LARAS' yang digelar di Gedung Wanita dari tanggal 3-11 November 2019 ini melibatkan 140 seniman dan 25 fotografer, loh. Para perupa dan fotografer yang ikut andil dalam pameran ini berasal dari dalam mau pun luar Banyuwangi, di antaranya Mozes Misdy, S Yadi K, Elyeser dari Banyuwangi, BJ Arifin (Yogyakarta), Edi Sugiono (Jember), I Nyoman Wandira (Ubud, Bali), Hugo J van Reijen (Bali), dan Edy Sanjaya (Blitar). Hadir juga para pemahat patung seperti Suhartono (Jakarta), Slamet Sugiono, Adi Sucipto, Reni Agustin, KRT Ilham Triadinagoro, hingga Slamet Riyadi.

Ketua panitia kegiatan, Slamet Sugiono menjelaskan pameran bertajuk 'LARAS' tahun ini merupakan manifestasi dari harmonisasi. Pada dasarnya seniman adalah para pencipta kreativitas dan mengolah sesuatu menjadi harmonis dan selaras dengan media-media seni rupa.

"Laras juga kami maksudkan bahwa event ini adalah bentuk harmonisasi antara pemerintah, seniman dan budayawan, masyarakat, serta para pemerhati seni," ujar Slamet di laman banyuwangikab.go.id.

Pameran ini disambut antusias oleh warga Banyuwangi. Pada hari pembukaannya, Minggu (03/11/2019) pameran seni ini dipadati oleh ratusan pengunjung. Mereka mengaku sangat menunggu pameran seni ini yang rutin digelar pemkab sejak empat tahun lalu. Mereka ingin melihat ratusan karya lukis dan patung yang menghiasi gedung yang menjadi lokasi acara.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan hadirnya pelaku seni ini membawa kebaikan bagi daerah. Menurutnya, pariwisata yang tumbuh tanpa dibarengi campur tangan seniman akan terasa  hampa.

"Seni lah yang memperkaya pariwisata kami. Untuk itu kami memberi ruang karya-karya kreatif para perupa bisa terus tumbuh," kata Anas saat berdialog dengan para perupa tadi malam.

Baca Ini Juga Yuk: 2020, Banyuwangi Bakal Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Selancar Dunia

Anas berharap agar seni lukis, fotografi, dan seni patung menjadi bagian dari perkembangan pariwisata Banyuwangi. "Kami ingin ini bisa menjadi bagian dari destinasi. Orang bisa melihat, belajar, diskusi, dan membeli dari tempat ini. Pengelola hotel dan restoran bahkan sudah kami imbau untuk menampilkan karya khas Banyuwangi di tempatnya. Mereka bsia membeli di ajang ini," ujar Anas.

Anas juga menyampaikan bahwa Pemkab Banyuwangi saat ini tengah mempersiapkan Gedung Juang sebagai venue bagi para seniman. Gedung yang terletak di Jl. Veteran tersebut kini sedang dipugar. Menggandeng arsitek Adi Purnomo, yang juga merancang Pendopo Banyuwangi dan Taman Blambangan, Gedung Juang bakal dilengkapi sebuah amphiteater yang bisa menjadi lokasi untuk pentas rakyat.  

"Ini (Gedung Juang) akan menjadi tempat bagi para seniman untuk berkumpul dan berkesenian salah satunya. Di area sekitar Gedung Juang juga sedang kami tata, seperti Gedung Inggrian dan Gesibu sehingga ke depan kawasan tersebut akan menjadi salah satu jujugan wisatawan," kata Anas. 

Sementara itu, Mosez Misdy pelukis kondang nasional asal Banyuwangi, mengaku senang karena Pemkab Banyuwangi memfasilitasi gedung untuk pameran lukis. "Mimpi para seniman akan adanya tempat untuk pengembangan budaya di Banyuwangi terjawab akhirnya. Ke depan, setiap ada event seni kami tidak perlu lagi bingung mencari venue untuk pameran," kata Mosez.

"Sekarang, Banyuwangi telah tumbuh sebagai tempat untuk berbudaya. Banyuwangi sekarang sesuai dengan cita-cita saya, selain ada panggung untuk kami juga ada rumah untuk para seniman," pungkas Mosez.


Foto: banyuwangikab.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler