Asyiknya Jadi Warga Bandung, Kerja ke Jepang Dipermudah

Bandung - Warga Kota Bandung punya kemudahan tersendiri nih TemanBaik jika ingin kerja di Jepang. Sebab, Pemkot Bandung sudah menjalin kerja sama dengan beberapa pemerintah daerah di Jepang untuk pengiriman tenaga kerja ke sana.

Sejak beberapa waktu lalu, sudah cukup ramai diberitakan bahwa Jepang butuh banyak perawat dari Bandung. Tapi, ternyata enggak cuma perawat loh yang dibutuhkan di sana.

"Di Jepang itu tidak hanya butuh tenaga perawat. Tapi juga butuh tenaga-tenaga keahlian lain, terutama untuk ditempatkan di industri," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Arief Syaifudin di Balai Kota Bandung, Kamis (07/11/2019).

Masih belum percaya Jepang butuh banyak pekerja? Sebagai gambaran, untuk Kota Yokohama saja misalnya, dibutuhkan sekitar 8 ribu tenaga kerja. Itu hanya Yokohama loh, belum termasuk kota-kota lain di Jepang.

Kenapa sih Jepang butuh begitu banyak tenaga kerja? Itu karena Jepang penduduk berusia produktifnya tergolong sedikit. Sebaliknya, tenaga kerja berusia produktif dari Indonesia sangat melimpah.

Jika kamu ingin tahu lebih detail soal lowongan kerja di Jepang, kamu bisa datang ke Kantor Disnaker Kota Bandung di Jalan Martanegara. Kamu di sana akan dibantu dan dipermudah agar bisa bekerja di Jepang. Tapi, ingat ya, ini hanya khusus bagi warga ber-KTP Kota Bandung.


Apa yang harus disiapkan? Berbagai persyaratan lengkapnya bisa kamu cek di Kantor Disnaker Kota Bandung. Tapi, selain berbagai persyaratan administrasi, yang sangat penting kamu miliki adalah kemampuan berbahasa Jepang. Maklum, namanya juga kerja di Jepang, pasti komunikasinya lebih banyak menggunakan bahasa Jepang.

Soal gaji, bekerja di Jepang jelas menggiurkan. Jumlahnya tergolong fantastis loh TemanBaik. Mau tahu berapa gaji di sana? "Satu bulannya itu rata-rata gajinya lebih dari Rp10 juta," ungkap Arief.

Selain gaji besar, pekerja asal Bandung juga disiapkan semacam asrama. Sehingga, enggak perlu deh mengeluarkan banyak uang hanya untuk menyewa tempat tinggal. Untuk lingkungan, suasana di sana menjunjung tinggi toleransi. Bahkan, perempuan muslimah diperbolehkan bekerja dengan pakaian muslim yang tertutup.

"Mereka juga memberikan keleluasaan kepada para pekerja untuk beribadah dalam kesehariannya," tuturnya.

Arief mengatakan, Jepang bisa dikatakan ketagihan mendapatkan tenaga kerja asal Indonesia. Alasannya cukup unik ternyata. "Jepang itu begitu antusias melirik tenaga kerja Indonesia, jawabannya karena katanya orang Indonesia ramah-ramah," jelasnya.

Foto: Oris Riswan/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler