2 Mahasiswa UGM Kembangkan Teknologi Pemantauan Ketinggian Air

Yogyakarta - Sebuah sistem untuk memonitor tinggi muka air dikembangkan oleh Tim Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebagai upaya mendukung modernisasi irigasi nasional, teknologi ini juga terintegrasi dengan cloud loh. Wah, mantap ya!

Inovasi ini dikembangkan oleh Dwi Wiyantanu dan Muamar Arif Khuluqi di bawah bimbingan Dr. Andri Prima Nugroho. Sistem ini dilengkapi dengan mini solar panel sebagai sumber energi untuk mengisi daya baterai.

Sistem yang mereka buat ini terdiri dari modul sensor ultrasonik, unit mikrokontroler yang dilengkapi dengan mini data logger. "Sensor akan mengestimasi ketinggian muka air melalui pengukuran jarak. Selanjutnya, data akan dikirim ke cloud dengan menggunakan koneksi internet via jaringan GSM," papar Dwi di laman resmi ugm.ac.id.

Uniknya, sistem yang diberi nama SMART AWLR (Automatic Water Level Recorder) ini akan mengukur ketinggian muka air dan mengirimkan datanya ke cloud secara real time. Sistem ini juga memiliki sejumlah keunggulan antara lain bentuk yang ringkas dan dilengkapi dengan fitur swa-energi, sehingga memungkinkan untuk dipasang di lokasi yang jauh dari sumber listrik.

Tidak hanya itu, peralatan ini juga memiliki fitur online-offline mode yang menunjang pengamatan secara berkala meskipun pada kondisi sinyal internet tidak stabil. Ketika koneksi internet terputus maka data akan secara otomatis disimpan di data logger.

Kemudian saat koneksi internet tersambung data yang tersimpan data akan dikirim ke cloud. Hal ini merupakan salah satu upaya mengurangi kemungkinan data hilang.

Dwi juga menjelaskan kalau data ketinggian muka air akan diproses untuk kepentingan selanjutnya, misalkan untuk estimasi debit saluran sesuai dengan lokasi dan karakteristik bangunan ukur. Selain itu, penggunaan yang lebih praktis adalah untuk peringatan dini terjadinya banjir.

"Ke depannya kita akan melakukan penyempurnaan dan pengujian kinerja serta keandalan dalam penerapan di lapangan,"terangnya.

Berkat karya sistem pemantauan air ini, keduanya berhasil meraih juara dua di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional TEAR 2.0 yang diadakan Telkom University, Bandung pada 31 Oktober-3 November 2019.

Selamat untuk karyanya Dwi Wiyantanu dan Muamar Arif Khuluqi!

Foto: ugm.ac.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler