Terowongan Nanjung Bakal Atasi 700 Hektare Daerah Rawan Banjir

Bandung - Berbagai langkah dilakukan pemerintah agar Sungai Citarum tak lagi meluap dan menimbulkan banjir saat musim hujan. Salah satunya adalah membangun Terowongan Nanjung yang berlokasi di Curug Jompong, Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kabar gembiranya, terowongan ini sudah hampir rampung. Sehingga, dalam waktu dekat terowongan itu akan segera bisa berfungsi. Harapan utamanya jelas yaitu mencegah terjadinya luapan Sungai Citarum yang mengakibatkan banjir.

"Insya Allah terowongan ini pertengahan Desember 2019 selesai dan efektif berfungsinya di awal tahun 2020," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam rilis yang diterima BeritaBaik.id.

Terowongan Nanjung sendiri adalah terowongan kembar, masing-masing panjangnya mencapai 230 meter. Hebatnya, masing-masing terowongan akan mampu mengalirkan air hingga 350 meter kubik per detik. Karena bentuknya terowongan kembar, itu berarti dalam satu detik bisa mengalirkan hingga 700 meter kubik.

Hebatnya, di kolam penampungannya, terowongan ini memiliki sediment trap yang mampu menampung hingga 6 ribu meter kubik sedimen. Sehingga, sedimen yang ada akan tertampung alias tidak ikut mengalir di sepanjang Sungai Citarum. Untuk mendukung kebutuhan operasi dan pemeliharaan, di sekitar terowongan juga dibangun jembatan sepanjang 60 meter.

Sepanjang 2019 ini, ada 16 proyek yang dibangun pemerintah, mulai dari skala kecil maupun besar. Beberapa di antaranya adalah penyodetan, pengerukan, pembuatan kolam retensi, hingga Terowongan Nanjung sebagai proyek utamanya.

"Dari 16 proyek itu yang terbesarnya adalah Terowongan Nanjung ini, dua jalur untuk mengalirkan air yang sering melambat di daerah Curug Jompong karena arusnya berkelok dan banyak batu besar yang menyebabkan air balik arah," jelas Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Jika 16 proyek itu berjalan lancar, sekitar 700 hektare wilayah langganan banjir di Jawa Barat akan terbebas dari banjir. Minimal, kalaupun terjadi banjir, volumenya tidak akan sebesar seperti sebelum-sebelumnya.

Ia pun berharap berbagai proyek itu membuahkan hasil positif, terutama untuk mencegah banjir di daerah yang dilintasi Sungai Citarum. Tapi, di saat yang sama ia mengajak warga untuk mengubah perilaku. Semua pihak harus sama-sama menjaga Sungai Citarum. Salah satu yang paling penting adalah tidak membuang sampah ke sungai.

"Mohon doanya saja, nanti kita lihat musim hujan, kira-kira Desember ini, mudah-mudahan ada perubahan yang signifikan dalam mengurangi banjir," tutur Emil.

Foto: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau Terowongan Nanjung, Sabtu (16/11/2019). (dokumentasi Humas Jawa Barat)

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler