Terpilih Jadi Industri Farmasi 4.0, Ini Sederet Inovasi Bio Farma

Bandung - Sebagai perusahaan life science kelas dunia yang berdaya saing global, Bio Farma tengah menjajaki perubahan menuju era industri 4.0. Untuk menjawab segala tantangannya, BUMN yang berbasis di Bandung ini mulai menyusun berbagai strategi jitu nih TemanBaik.

Sesuai dengan tuntutan zaman, saat ini Bio Farma terus berinovasi lewat penelitian dan pengembangan, proses produksi, supply chain value yang memanfaatkan big data dan artificial intelligence.

Tak sendiri, saat ini Bio Farma juga memperkuat transformasinya melalui kolaborasi dengan Direktorat Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian RI. Tujuannya, perusahaan global ini siap mendukung program pemerintah 'Making Indonesia 4.0' dan pengembangan industri kimia hilir dan farmasi.

"Industri Farmasi di Indonesia, memiliki value added yang sangat tinggi. Karenanya, pemerintah menaruh perhatian khusus pada Bio Farma untuk berperan sebagai salah satu perusahaan yang mewakili IKFT yang menjadi percontohan industri farmasi berkonsep 4.0. Kami harap kesiapan Bio Farma dalam menghadapi persaingan di era internet of things (IoT) ini, bisa di aplikasikan di industri lainnya," ujar Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian RI, Muhammad Khayam, Selasa (19/11/2019) di Bandung.

Baca Ini Juga Yuk: Hebat! Indonesia Transfer Teknologi Vaksin ke Saudi Arabia

Sementara itu, M. Rahman Roestan mengatakan Bio Farma beruntung loh terpilih menjadi percontohan dari industri farmasi se-Indonesia yang dinilai siap menuju industri 4.0. Untuk menuju ke sana, perusahaan juga sudah mempersiapkan teknologi terbaru di era disruptif.

Salah satunya, seperti Electronic Batch Record (EBR) yang menggunakan teknologi komunikasi sebagai landasannya. Jadi tak hanya menghasilkan produk life science yang mumpuni, kini Bio Farma juga memperkuat digitalisasi perusahaannya agar makin agile, cepat dan lincah di tengah sengitnya kompetisi.

"Hal lainnya yang disiapkan oleh Bio Farma adalah melakukan inovasi, dan kolaborasi untuk bisa bersaing di era ini. Kunci dari industri 4.0 adalah connectivity. Semuanya harus saling terhubung dan terintergrasi, " papar Rahman.

Ia melanjutkan, untuk memenuhi tren konektivitas ala 4.0, Bio Farma mulai berkolaborasi dengan berbagai stakeholder nih TemanBaik. Sebut saja akademisi, pemerintah, dan lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri. Misinya memang untuk keperluan transfer teknologi dengan tujuan akhir penemuan produk baru.

"Kami juga telah menambahkan infrastruktur terkait 4.0 antara lain menyiapkan master plan IT untuk mendukung industry pharma 4.0 dan membuat pengembangan sistem atau aplikasi pendukung industri 4.0 yang berbasis internet.


Foto: dok. Bio Farma

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler