Begini Cara Tepat Melindungi Kepala Saat Terjadi Gempa

Bandung - TemanBaik sudah tahu belum cara melindungi diri saat terjadi gempa, khususnya kepala? Mayoritas pasti akan menutup kepala dengan kedua tangan. Tapi, cara tepat melindungi kepala saat gempa bukan begitu loh!

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Diskar PB Kota Bandung Sihar Pandapotan Sitinjak memberi tipsnya nih. Langkah pertama, tentu kamu harus mencari titik aman di area tempat kamu berada, misalnya ke pojok ruangan atau merapat ke dinding. Berlindung di bawah meja yang kokok juga disarankan.

Sebab, biasanya area tengah sebuah ruangan akan rawan terjadi reruntuhan. Bisa saja plafon rumah runtuh jika gempanya cukup besar. Tapi, hindari berlindung di dekat lemari ya. Sebab, lemari juga bisa saja tiba-tiba terguling.

Langkah kedua, merunduk atau tiarap sambil lindungi kepala dengan benda seperti bantal. Jika kondisinya enggak memungkinkan, lindungi kepala dengan kedua lengan. Tapi, jangan keduanya ditempatkan di atas kepala ya!

"Yang tepat itu satu tangan menutup bagian kepala, satu tangan lagi menutup bagian leher belakang," kata Sihar.

Menutup kepala dan leher belakang dengan tangan menurutnya sangat penting. Sebab, saat kepala tiba-tiba tertimpa suatu benda, setidaknya akan meminimalisir benturan keras. Sebab, benda akan lebih dulu menimpa tangan, bukan langsung ke kepala.

Baca Ini Juga Yuk: Ratusan Siswa di Bali Ikuti Simulasi Gempa dan Tsunami

Berikutnya, lindungi leher ya. Kenapa ya leher belakang perlu dilindungi? Sebab, leher belakang sangat fatal jika tertimpa suatu benda dengan keras. Kamu bisa saja pingsan yang ujungnya mengalami cedera parah. Karena itu, leher sangat perlu dilindungi meski hanya dengan menggunakan telapak tangan.

"Banyak korban yang kena (cedera akibat tertimpa benda) itu di sekitar leher," ungkap Sihar.

Selain melindungi kepala dan leher belakang, kamu juga perlu tahu waktu yang tepat kapan keluar ruangan. Kapan waktu yang tepat? "10 detik setelah gempa selesai, tinggal lari ke luar (mencari tempat aman)," jelas Sihar.

Setelah di luar, tunggu kondisi hingga benar-benar aman. Sebab, bisa saja terjadi gempa susulan. Justru, gempa susulanlah yang biasanya getarannya jauh lebih besar.

Usai kondisi aman dan kamu bisa kembali ke rumah, perhatikan seluruh ruangan di rumah. Perhatikan juga benda-benda yang ada, misalnya posisi lemari apakah miring atau tidak, plafon, lampu yang menggantung, serta benda lainnya. Segera perbaiki agar enggak tiba-tiba benda itu jatuh dan menimpa kamu.

Ingat informasi ini ya. Bahkan, lebih bagus kamu informasikan pada anggota keluarga dan teman-teman kamu. Sehingga, saat gempa terjadi, minimal kamu sudah tahu bagaimana cara melindungi diri. Apalagi, gempa enggak bisa diprediksi. Hingga kini, belum ada satu pun alat atau ahli yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler