Ini 7 Milenial yang Terpilih Jadi Staf Khusus Presiden

Jakarta - Biasanya Staf Khusus Presiden diisi oleh nama-nama yang telah malang melintang di dunia perpolitikan. Namun, kali ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk 7 Staf Khusus Presiden baru yang rupanya berasal dari kalangan milenial nih TemanBaik.

Siapa saja sih Staf Khusus Presiden terpilih itu? Yuk kita kenalan dengan sosok-sosoknya!

Adamas Belva Syah Devara
Adamas Belva Syah Devara merupakan anak muda yang juga pendiri sekaligus CEO Ruang Guru. Sebuah platform belajar online yang kini banyak digunakan oleh anak-anak sekolah.

Pria lulusan Harvard University, Amerika Serikat adalah pengusaha muda yang cukup berpengaruh di Asia loh.

"Kita kenal Mas Belva adalah pendiri dan juga CEO Ruang Guru. Masuk ke forbes 30 di umur di bawah 30 tahun. Juga mendapatkan medali emas dari Lee Kuan Yew saat lulus sarjana di NTU Singapura,” ungkap Presiden Jokowi lewat keterangan resminya di laman setkab.go.id.

Putri Tanjung
Generasi milenial bisa jadi enggak terlalu asing dengan sosok yang satu ini. Dia adalah Putri Indahsari Tanjung, usianya masih 23 tahun. Kiprahnya sebagai founder sekaligus CEO Creativipreneur membuatnya dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai Staf Khusus Presiden.

Bersama Creativepreneur, Putri seringkali membuat event khusus anak muda yang bertemakan kewirausahaan. Jebolan Academy of Art, San Francisco ini memang sudah terjun dan berkarya secara independen sejak usianya masih 15 tahun. Selain mendirikan Creativepreneur, anak pertama Chairul Tanjung ini juga mendirikan Kreavi, platform yang diperuntukkan bagi pekerja kreatif.

Andi Taufan Garuda Putra
Andi Taufan Garuda Putra, CEO Amartha Mikro Fintech ini juga dipilih Presiden Jokowi sebagai Staf Khusus Presiden. Lewat perusahaan fintechnya, lulusan Harvard Kennedy School banyak meraih penghargaan atas inovasinya termasuk atas kepeduliannya terhadap sektor-sektor UMKM.

Perusahaannya merupakan pelopor teknologi finansial peer to peer landing yang mampu menghubungkan pendana di kota dengan perempuan pengusaha mikro di desa. "Saya kenal beliau saat urusan fintech," ungkap Presiden Jokowi.

Ayu Kartika Dewi
Sudah tahu Ayu Kartika Dewi? Ia merupakan anak muda asal Indonesia Timur yang memiliki misi muda dalam merekatkan persatuan. Lulusan Duke University, Amerika Serikat ini pernah menjadi guru di salah satu sekolah dasar yang ada di Maluku Utara ketika kerusuhan Ambon-Poso terjadi pada tahun 1999 silam.

Perempuan berusia 32 tahun ini lalu mendirikan sebuah embaga bernama SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau untuk Kembali) pada tahun 2012. Melalui lembaga yang dirikannya bersama teman-temannya itu, ia memiliki misi ingin menginspirasi publik yang lebih luas dalam memperjuangkan keberagaman dan toleransi di Indonesia.

Gracia Billy Mambrasar
Gracia Billy Mambrasar, menjadi satu dari sekian putra tanah Papua yang dipilih Jokowi untuk masuk menjadi Staf Khusus Presiden. Bulan Oktober 2019 nanti, Billy akan melanjutkan pendidikannya di Harvard University.

"Billy adalah talenta hebat tanah Papua yang kita harapkan banyak berkontribusi dengan gagasan-gagasan inovatif dalam membangun tanah Papua," terang Presiden Jokowi.

Billy juga merupakan pendiri Kitong Bisa, yayasan yang fokus terhadap pendidikan anak Papua yang dirasa kurang mampu dalam mengenyam pendidikan.

Selain itu, lulusan ITB ini pernah diundang untuk magang oleh Pemerintah Amerika Serikat. Pada tahun 2017, ia juga pernah menjadi utusan Indonesia yang berbicara mengenai isu pendidikan di Kantor PBB di New York, Amerika Serikat.

Angkie Yudistia
Dari beberapa Staf Khusus Presiden terpilih, Jokowi menunjuk Angkie Yudistia, anak muda penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sociopreneur melalu Thisable Enterprise yang didirikannya.

Angkie aktif sebagai anggota Asia Pacifik Federation of the Hard of Hearing dan Deafened Person, ia juga merupakan anggota International Federation Hard of Hearing Young people.

"Saya juga minta nanti Angkie untuk menjadi juru bicara Presiden di bidang sosial,” kata Presiden Jokowi.

Aminuddin Maruf
Kalau yang satu ini sih merupakan santri. Dia adalah Aminuddin Maruf. Pria berusia 33 tahun ini pernah menjadi ketua umum Pengurus Besar Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII).

"Mas Aminuddin saya minta keliling nanti ke santri, ke pesantren untuk menebar gagasan-gagasan, inovasi-inovasi baru, karena saya yakin pesantren akan bisa melahirkan talenta-talenta yang hebat untuk memajukan bangsa ini," tutur Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, ketujuh anak muda yang dipilihnya itu akan menjadi teman diskusi dirinya baik harian, mingguan, bulanan. Mereka juga akan gagasan-gagasan segar yang inovatif sehingga pemerintah bisa mencari cara-cara baru yang out of the box untuk kemajuan negara.

"Saya juga meminta mereka untuk menjadi jembatan saya dengan anak-anak muda, para santri muda, para diaspora yang tersebar di berbagai tempat," beber Jokowi.


Foto: Dok. Setkab.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler